Tuesday, February 24, 2009

Jatuh Cinta

Kenapa saya memutuskan mengenakan jilbab?

Karena saya ingin lebih dekat dengan Kekasih saya. Kekasih yang merupakan satu-satunya pemilik cinta sejati. Kekasih yang selalu memberikan cinta dan kasih sayang-Nya tanpa pamrih. Kekasih yang telah menciptakan saya dan memberikan saya kehidupan.

Walau tak sempurna, saya berusaha untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Sang Kekasih, salah satunya adalah kewajiban perempuan untuk berhijab. Jelas hal ini diungkapkan oleh ALLAH dalam firman-Nya:

"Hai Nabi! Katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(Al-Ahzab[33]:59)


Kemarin, saya membuka diary saya. Diary semasa SMA. Di sana saya menemukan tulisan saya sendiri yang mengungkapkan keinginan saya untuk berjilbab, bagaimana hancurnya saya ketika mendapatkan pertentangan secara terbuka dari ayah saya yang non-muslim ketika saya mengenakan jilbab ke pesta kedatangan tante saya yang baru saja menyelesaikan program master-nya, dan unek-unek saya ketika saya merasa seperti "alien" aka beda sendiri ketika berada di tengah-tengah saudara ayah saya yang non-muslim.

"Resti, ayo makan, halal, kok" kata opa Lex, sambil menyodorkan piring yang berisi tumpukan nasi jaha yang lezat.

Haha.. saya masih ingat saja kata-kata beliau. Beliau kira saya bengong-bengong begitu karena bingung itu makanan yang disajikan halal atau tidak. Padahal saya rasa risi saja "berbeda" dari yang lain. Saat itu adalah hari kedua saya mengenakan jilbab.

Ujian.

Sampai saat ini, saya tahu saya belum lagi menjadi seorang muslimah yang baik. Tak jarang saya merasa risi kalau ada teman saya yang memanggil saya dengan sebutan "ukhti" seperti yang akhi Mulya lakukan. Bukannya apa-apa, saya hanya merasa belum pantas saja. Perjalanan saya untuk bisa disebut sebagai seorang ukhti.

Saya ingin menjadi muslimah yang cantik luar-dalam. Seperti Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid, Maryam binti Imran, atau Fatimah binti Muhammad. Ya saya tahu, rasanya memang terlalu muluk apabilan ingin menyamai sifat dan sikap mereka. Tetapi setidaknya saya bisa meniru sikap dan sifat yang ada pada idola saya, kan :)

Saya jatuh cinta pada mereka. Saya jatuh cinta pada... ya, ada seorang akhwat yang membuat saya jatuh cinta sejak dua tahun lalu :) Dia adalah kakak saya tersayang. Bagi saya, dia adalah seorang muslimah sejati. Saya kagum padanya. Walaupun kami ini berjauhan dan dipisahkan oleh lautan luas.

Saya selalu ingin meniru caranya yang selalu berusaha untuk menjalankan aturan Islam secara kaffah.

kakak : iya...sbb akhlak yg baik...org boleh jatuh cinta

saya : yaaaa! seperti aku ke kak gyah

kakak : haha. resti blum tau kk lagi. real life...kurang sabar skit

saya : kekeke... nobody's perfect lah kak... tapi dunno lah pokoknya aku suka

kakak : hehe hugss


3 comments:

  1. baru kali ini postingmu sebagus ini Ti :D *menurutku

    jangan lupa untuk terus berdoa agar bisa istiqomah dalam menjalankan agama Allah Ta'ala..

    ReplyDelete
  2. @Nashe.. only my dad who isn't a muslim, darlin'. Mom, gw, and ade ku... sudah islam dari lahir, alhamdulillah :)

    @Mardee.. makasih Mardee :)

    ReplyDelete
  3. aku selalu kagum pada perempuan2 yang memutuskan untuk menghijabi diri mereka dengan berjilbab karena hampir selalu ada perjuangan dalam kisah mereka :)

    ReplyDelete