Showing posts with label Just Me. Show all posts
Showing posts with label Just Me. Show all posts

Tuesday, February 2, 2010

Ruang Imajinasi: Peri Kecil Itu Kembali!

"Anne," kata Davy, "di mana sih, tidur?"

Anne sedang berlutut di jendela loteng barat untuk mengamati matahari terbenam yang mirip bunga raksasa dengan kelopak-kelopak bunga krokus dengan bagian tengahnya berwarna kuning kemerahan. Dia memalingkan muka ketika mendengar pertanyaan Davy dan menjawab sambil menerawang.

"Di atas gunung-gunung di bulan, di bawah lembah-lembah bayangan."

Paul Irving pasti mengerti perkataannya, atau membuat suatu pengertiannya sendiri. Namun, Davy yang praktis, yang sering kali Anne sadari dengan pedih, sma sekali tidak memiliki sedikitpun imajinasi, malah bingung dan sebal.
Lucy M. Montgomery - Anne of Avonlea


hitam
gelap
kelam
berusaha untuk terlelap
tapi mata ini tetap terjaga 
ketika kudapati di langit sana berkerlap-kerlip sebuah tanda
ternyata itu si peri kecil!
memanggil dan terus memanggil
dengan apa ku membalas?
ketika yang kupunya hanya seberkas cahaya lilin

Sedari dulu saya selalu beranggapan bahwa bintang yang paling bersinar dipagi buta itu adalah si peri kecil sedang berusaha untuk berbicara pada saya melalui kerlap-kerlip senternya. Payahnya, saya tidak bisa morse. Kalaupun saya belajar, saya khawatir dia dan saya memiliki morse dengan arti yang berbeda. Selama ini saya hanya mampu menatap saja dan saya rasa si peri kecil cukup puas dengan itu.

Pagi tadi setengah jam sebelum azan Subuh, si peri kecil menyapa, ketika saya menyibak tirai jendela. Gelap sekitar karena mati lampu tidak lagi membuat saya takut karena ternyaya si peri kecil ada untuk menerangi saya :) 

Seperti biasa, hal-hal yang membuat hati senang adalah hal-hal kecil yang mungkin biasa-biasa saja. Kenapa kita tidak mempergunakan ruang imajinasi kita yang selalu kita anggap tidak ada? 


http://ceritatea.blogspot.com

Saturday, October 31, 2009

Makanya... Pelan-pelan Aja...

bacanya... Jangan buru-buru... :D



kalau istilah saya dan teman saya, sebut saja Donkz, itu "dalem" dan "dangkal"...

Berawal dari stylus saya yang (lagi-lagi) hilang karena kecerobohan saya sendiri. Lokasi hilangnya di kantor. Salah satu orang yang selalu menemukan stylus saya sekaligus menyembunyikannya (bukannya langsung dibalikin ke yang punya) adalah si Donkz.


SMESCO, 24 Oktober 2009

Saat jeda makan siang ponsel saya berbunyi dan mendapati nama Donkz di layar.

Donkz : Cie... lo emang sengaja suka ninggal-ninggalin stylus, yah?
Saya : Hwaaa.... ketemu yaaa.... asiiikk... Titipin ke mang Apang, yah, jangan dibawa..

Wall FB nya Donkz, 25 Oktober 2009

Resti F. Lalu : sooo... Donkz.. where do you put my stylus then??? ga dibawa sama lo kan? ga usah segitunya kali ama gw wkwkwk

Wall FB nya saya, 25 Oktober 2009

Donkz : segitunya gimana maksud lo, diguna-guna gitu... bener seh guna U ditraktir... haa3aaa

Resti F. Lalu : hih..gak usah ya!

ditaro mana stylus gueee??? huhu.. ntar gue kasi pedang starwars deh.. atau pizza? ntar gue kirim ke Hjs... tulisannya doang tapi...

Donkz : udah ketemu juga, kemarin gw liat ada di lacinya Lulu...baek kan gw..pizza duunk,yg asli...

Resti F. Lalu : iya..alhamdulillah sudah ditemukan..thx ya mang Apang hehe..

Donkz : lho koq mang apang, kan yg nemuin bukan gw chi..

Resti F. Lalu : mang Apang yang nemuin.. gue tau itu... lo mah nemunya di lacinya Lulu, begitu kan..

Donkz : tuh kan mulai lg jawaban lu yang dalem,padahal pernyataan gw dangkal aja ko,coba dibaca lagi komen gw..

Resti F. Lalu : hahahhaa... *blushing*
jelek lu, Donkz




Anyway...


Hari ini seru juga... Akhirnya bisa makan malam bareng di Lele Lela bareng sama Ontohod dan Kang Iman.. Ditraktir pula! haha... yaa, secara saya yang paling muda dan paling cantik :D




Met weekend semua...


Semoga hari-hari kalian menyenangkan :)



http://ceritatea.blogspot.com

Tuesday, September 1, 2009

Tuhan, Aku (Tak Mau) Cemburu

Gemintang saja masih setia menemani rembulan
riuh rendah cahayanya menghibur kesepian
tapi aku tak terhibur
meski malam hari adalah saat yang kudamba

Aku bertanya:
mengapa gemintang saja setia pada rembulan?
mengapa ketika bumi begitu panas sang hujan selalu menyambut kerinduannya
dan...
mengapa dia begitu cantik dan menawan?

Lihatlah aku walau sekilas...

Tuhan...
aku (tak mau) cemburu

Thursday, July 30, 2009

Bigger Than My Body

Mimpi buruk itu menyerang saya kembali. Membuat saya terbangun di malam hari. Rasanya ingin menangis dan membuat saya merasa betapa hal itu terasa semakin jauh saja untuk dijangkau.
Merasa gagal?

Ya.
Tetapi saya merasa sarat hikmah. 
Mungkin saya merasa kehilangan diri saya, tetapi saya yakin saya akan menjadi yang lebih baik lagi, insyaAllah.
Walau begitu, saya tidak akan pernah berhenti dan takut untuk bermimpi. Saya akan menggenggamnya. Merindu untuk memeluk dirinya akan terus berlanjut :)
Karena itu, di sepertiga malam tadi saya ucapkan pinta:

Jika ia berada di atas langit sana, maka turunkanlah
Jika ia berada di dalam bumi, ku pinta ya Allah, keluarkanlah
Jika ia berada jauh, maka dekatkanlah
Jika ia sulit kugapai, kumohon, mudahkanlah

Hari ini saya tidak mau ada hal-hal yang mengganggu saya. Maka saya putar dan nyanyikan lagu ini keras-keras:

This is a call to the colorblind
This is an IOU
I'm stranded behind the horizon line
Tied up in something true


Yes I'm grounded
Got my wings clipped
I'm surrounded by all this pavement
Guess I'll circle
While I'm waiting for my fuse to dry

Chorus:
Someday I'll fly
Someday I'll soar
Someday I'll be so damn much more
Cause I'm bigger than my body gives me credit for

Why is it not the time?
What is there more to learn?.. yeah
I shed this skin I've been tripping in
Never to quite return

Yes I'm grounded
Got my wings clipped
I'm surrounded by all this pavement
Guess I'll circle
While I'm waiting for my fuse to dry

Someday I'll fly
Someday I'll soar
Someday I'll be so damn much more
Cause I'm bigger than my body gives me credit for
Cause I'm bigger than my body now

Maybe I'll tangle in the power lines
And it might be over in a second's time
But I'll gladly go down in a flame
If a flame's what it takes to remember my name
To remember my name, yeah

Yes I'm grounded
Got my wings clipped
I'm surrounded by all this pavement
Guess I'll circle
While I'm waiting for my fuse to dry
Waiting for my fuse to dry

Someday I'll fly
Someday I'll soar
Someday I'll be so damn much more
Cause I'm bigger than my body
I'm bigger than my body
I'm bigger than my body now
 
John Mayer, Bigger Than My Body

Sunday, July 26, 2009

Somewhere in Time

Pengen banget nonton film ini...

Sunday, July 5, 2009

Kalau Keadaannya Terus Seperti Ini

Dia menunduk dan mengeluarkan Sophie dari saku rompi. Sekarang Sophie berdiri di sana, memakai piama kecil, bertelanjang kaki. Dia menggigil dan melihat berkeliling, mengamati gumpalan kabut yang bergulung-gulung dan uap halus yang bergolak menakutkan.
"Di mana kita sekarang?" tanya Sophie.
"Kita ada di negeri mimpi," kata si BFG. "Kita di tempat asal mimpi-mimpi."

Roald Dahl, The BFG


Memang yang serba "terlalu" itu tidak bagus. Baru saya sadari bahwa saya menggantungkan mimpi terlalu tinggi. Terlalu tinggi sehingga saya akhirnya sampai pada satu titik di mana ada suatu kejadian yang membuat saya sadar bahwa saya futur.

Saya menginginkan sesuatu teramat sangat sehingga saya melenceng dan melupakan-Nya. Saya terlalu terlena dengan keindahan mimpi yang disulam dengan benang emas dan perak sampai-sampai saya meninggalkan rumah terlalu jauh.


Ya Allah, Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati dan penglihatan
tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu ya Allah


"Tuanku, Tuanku! Engkau adalah Tuan dan aku adalah budak
Adakah yang akan mengasihi budak selain Tuan?
Tuanku, Tuanku! Engkau adalah pemilik dan aku adalah yang dimiliki
Adakah yang akan mengasihi yang dimiliki selain Pemilik?
Tuanku, Tuanku! Engkau adalah Mulia dan aku adalah maha hina
Adakah yang akan mengsihi yang maha hina selain Yang Maha Mulia?
Tuanku, Tuanku!
Wahai Pelindungku,
Engkau Sang Pencipta dan aku adalah ciptaan
Adakah yang akan mengasihi ciptaan selain Sang Pencipta?"
-Munajat Ali bin Abi Thalib

Friday, July 3, 2009

Kata-kata Yang Ingin Kuucapkan Tersangkut Di Mulutku

Kadang aku tidak memikirjan apa-apa dan kadang aku memikirkan hidupku. Setidaknya aku menjalani hidup. Hidup macam apa? Hidup. Aku hidup. Tidak mudah. Tapi. Kudapati betapa sedikitnya yang tak bisa kutahan.
Leopold Gursky, The History of Love
 
Padahal sebelumnya rasa kantuk yang teramat sangat menyerangku, tetapi tiba-tiba saja aku terbangun. Aku memikirkan orang tuaku, Jj adikku, Daisy kucingku, kenapa aku bisa melihat anak kucing malang yang mati di pekarangan belakang kantorku. Aku memikirkan Tuan yang selalu ada saat terang dan gelap. Aku memikirkan Kakak yang telah kusakiti hatinya... tanpa aku sengaja.
 
Bicara tentang Kakak..
Sebenarnya aku ingin bicara padanya. Tapi kok susah sekali ya?


Wednesday, July 1, 2009

Pengecut

Namun mereka membangunkannya dengan kata-kata, senjata mereka yang mematikan dan berkilauan.
T.H. White, The Book of Merlin

Sepertinya saya sama sekali tidak keberatan bekerja overtime sampai saya gak mampu lagi, asalkan saya tidak dihadapkan dengan pilihan seperti ini. Sepertinya saya benar-benar tidak keberatan overtime Sabtu dan Minggu supaya di otak saya tidak ada fikiran tentang pilihan yang benar-benar mengganggu saya.

Setiap kali mendengarkan lagu Tattoed On My Mind nya D'Sound, saya selalu teringat dengan salah satu teman baik saya yang menangis setiap mendengar lagu itu.

Lalu apa lagu yang menggambarkan perasaan saya dan tidak membuat saya sama sekali ingin menangis malahan cenderung datar saja?


I watched everything fall and I never saw the writing that was on the wall
if I only knew
the days were slipping fast
that the good things never last
Michael Buble, Lost

Thursday, June 25, 2009

Menghadapi Segalanya

Hidup adalah pilihan. Kalimat klise yang sudah sering didengar bahkan diucapkan sendiri oleh Aysha. Tanpa disadari selama 25 tahun gadis itu hidup di dunia ini, setiap detiknya tak pernah lepas dari memilih. Semakin usia beranjak, pilihan-pilihan itu semakin dia sadari dan jelas warnanya.

Pilihan yang harus ia jatuhkan keputusannya adalah berkenaan dengan kehidupan romansanya. Hal yang tak pernah ia kira serumit ini. Aysha mencintai keduanya. Keduanya baik dengan keunikannya masing-masing. InsyaAllah tak pernah Aysha membanding-bandingan kedua pangeran yang sama sekali bertolak belakang itu. Yang pertama, yang ia panggil dengan sebutan Tuan, telah berandang ke dalam hatinya jauh sebelum ia mengenal yang kedua, yang dia panggil dengan sebutan Kakak.

Aysha sadari pangkan permasalahannya. Sesuatu yang membuat hal ini menjadi rumit. Aysha sendiri. Ya. Dirinya lah yang membuat segalanya menjadi rumit.


Aysha beradu argumen dengan Tuan yang sangat menyayanginya dan mencintainya. Yang selama ini selalu mengkhawatirkan Aysha dan mengajarinya bagaimana bisa survive menghadapi dunia. Tuan yang Aysha hormati dan cintai dengan sepenuh hati. Argumen itu adalah argumen terhebat yang pernah mereka lakukan. Aysha tidak bisa menerima penjelasan yang diberikan oleh Tuan. Sampai akhirnya kata putus itu meluncur mulus dari bibir mungil Aysha.

Tuan mencegah tapi hati Aysha sepertinya beku.

Sampai akhirnya Kakak menyelinap ke dalam hatinya dan Aysha membiarkan ia mencurinya.

Tuan datang. Seperti biasa dengan ekspresi dingin yang sangat Aysha kenal. Yang (sesungguhnya) selalu Aysha rindukan. Dia tidak meminta Aysha untuk kembali karena Tuan memang tidak pernah merasa putus dengan Aysha.

"Kamu akan selalu ada di sini.." Tuan menunjuk dadanya, "dan aku akan selalu ada di dekatmu, walaupun kenyataan berbicara kalau kita tidak ditakdirkan bersama"

"I just want to live my life to the fullest. And to be with you, I'll reach that fullest life" uajr Aysha sambil terisak.

Dia memang masih mencintai Tuan. Selalu. Tapi bayangan Kakak berkelebat di dalam otaknya. Kakak yang selalu berbisik di telinganya bahwa dia tidak mau meninggalkan Aysha... dan tak mau ditinggalkan. Kakak yang telah menyerahkan hatinya untuk Aysha.

Aysha menahan bulir-bulir air mata itu untuk jatuh. Dia membuang muka ke kiri sehingga ia dapat menikmati rintik hujan dari balik jendela besar The Coffe Shop. Fikirannya mengawang entah kemana. Ingin ia sudahi saja tanpa memilih. Tapi ia tahu, ia tak cukup kuat untuk melangkah.

Tetapi bagaimanapun Aysha tak kan berlari menghindar dan bersembunyi. Ia akan tetap menghadapi segalanya.

"You aren't made to be a fragile one" begitu yang selalu diucapkan oleh Tuan.

Sunday, June 14, 2009

Siapa Mau?

Wah, saya mau numpang promosi barang dagangan saya lewat blog ah, hehehe...

Siapa mau kerudung peris??? Cuma Rp 33.000,- saja. Lihat-lihat dulu contoh warna dan gambar kerudungnya. Bahannya adem kok dan gak menerawang banged :)








Siapa tau ada yang berminat, kasih tau saya via e-mail yaa: resti.lalu@live.com

terimakasih :)


Sunday, June 7, 2009

Pengalaman dan Teguran

Sore itu, Jj, adik semata wayang saya, menjemput saya di kantor. Sebelumnya dia memang SMS saya, menanyakan saya lembur atau tidak. Dia mengingankan saya untuk mengantarnya ke Gramedia untuk mencari buku referensi yang dia butuhkan untuk tugas akhirnya. Saya meng-iya kan permintaannya. Saya berfikir saya buruh refreshing juga. Di satu sisi, saya merasa worry juga karena pastinya akan tergoda dengan buku-buku di sana. Takut tergoda untuk membeli buku lagi. The Known World nya Edward P. Jones yang saya beli di Kedai Kopi Telapak saja belum tuntas saya baca.

Buku memang salah satu godaan terbesar saya *grin* Tapi saya memantapkan hati untuk tidak tergoda.

Kurang lebih jam lima saya keluar kantor dan melihat Jj memarkirkan mobilnya tepat di depan kantor. Kami pun langsung meluncur dari Kedunghalang ke Gramedia Botani Square di Pajajaran. Sesampainya di Gramed, saya dan Jj berpencar. Dia ke section buku-buku manajerial sedangkan saya ke section novel yang berada di belakang. Asli saya hanya berniat untuk melihat-lihat saja. Setiap kali saya menyadari kadar iman saya meluntur, saya teringat dengan novel dengan ketebalan 653 halaman di rumah yang baru saya baca sampai halaman 27, ketika Priscilla mengamati Moses ketika suaminya itu perlahan-lahan terlelap, den begitu Moses tertidur, ia mengangkat tangan suaminya. Dia bawa tangan itu ke wajahnya dan tercium olehnya semua dunia luar yang dibawa masuk Moses. Lalu Priscilla sendiri mencoba untuk tidur*.

Tapi ternyata saya tidak cukup kuat untuk menahan keinginan untuk tidak membeli tiga buah buku yang benar-benar menggoda saya untuk membawa mereka pulang dan menjadikan mereka milik saya. Mereka adalah Muhammad Sang Kekasih nya Ahmad Rofi' Usmani, Tintenherz nya Cornelia Funke, dan edisi terbaru Ketika Cinta Bertasbih nya Habiburrahman El Shirazy.

Jj hanya mengrenyikan dahinya ketika melihat saya membawa ketiga buku berukuran tebal itu ke kasir. Saya hanya tersenyum simpul. Ketika si mba kasir menyebutkan sejumlah rupiah yang harus saya bayarkan untuk membawa buku-buku tersebut pulang, saya mengeluarkan jaru debet dari dompet saya.
Pertama, mba kasir itu menggesek kartu debet saya di EDC nya Mandiri. Hasilnya kartu saya declined. Lalu dia mencoba menggesek kartu berwarna hijau tersebut di EDC nya BCA. Dan.. tadaaa... hasilnya pun sama. It was DECLINED!.

Wah, ada apa ini? Tidak mungkin saya membayar cash, mengingat di dompet hanya ada selembar uang 50.000 dan dua lembar 20.000. Sedangkan saya harus membayar sekitar 270ribu-an untuk ketiga buku tersebut.

Waaa... saya panik! Malu-maluin aja deh! Akhirnya saya izin ke kasir untuk ke ATM sebentar sementara saya menyuruh Jj menunggu. Selagi berjalan ke ATM, saya sempat worry juga, gimana kalau ATM nya sedang rusak karena gangguan jaringan. Hwaaa..... fikiran saya melanglang ke mana-mana. Alhamdulillah ternyata ATMnya baik-baik saja sehingga saya bisa mengambil uang untuk membayar buku-buku tersebut.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya tersadar bahwa kejadian tadi adalah teguran dari Allah. Bagaimana tidak, selama satu bulan ini saya sudaj banyak mengeluarkan rupiah untuk berbelanja online maupun offline. Betapa saya sudah hidup berlebih-lebihan dan menghabiskan uang di tabungan saya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak saya butuhkan. Saya mengiyakan apa kata nafsu saya. Padahal nafsu itu adalah bisikan syaitan.

Kenapa saya tidak puas dan tidak mensyukuri dengan apa yang sudah saya punya. Buku contohnya. Belum habis satu buku saya baca tetapi saya sudah membeli tiga buku lainnya. Lalu tas. Dalam sebulan saya membeli empat buah tas! Padahal tas-tas saya masih banyak dan layak pakai.

Saya beneran payah, deh... :(

"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudar-saudara setan"
(QS. al-Isra' [17]:27)
Naudzubillah....



*The Known World, page 27





Saturday, June 6, 2009

Ku Akan Jaga Mereka Selamanya

 
my very best friends ever, insyaAllah :)




Sunday, May 17, 2009

Tentang Rasa Takut

Tuhan mengalihkanmu dari perasaan yang satu ke yang lain
dan mengajarimu dengan hal-hal yang bertentangan, sehingga kau akan punya dua sayan untuk terbang--
bukan satu.
[Rumi]

Hari itu, kekhawatiran menyambut pagi saya. Rasa merasa khawatir saya akan melakukan kesalahan di kantor. Gimana ya, dunia yang saya geluti sekarang adalah perbankan. Berbeda dengan pekerjaan pertama saya yang seputar dunia telekomunikasi. Setiap pekerjaan memang dituntut untuk teliti. Tetapi saya merasa di karir saya yang sekarang ini seolah ada motto "tidak boleh salah".

sniff...

Salah nulis angka bisa fatal!

Saya selalu merasa ketika kita melakukan kesalahan, berarti kita membuang waktu kita. Bener gak ya? Lalu apa artinya "belajar dari kesalahan" kalau begitu? *jadi mumet deh*

Sempat sulit juga melangkahkan kedua kaki saya menuju kantor. Saya takut. Takut salah lagi. Takut tak mudah mengerti. Wah, payah, kenapa saya jadi seorang yang pesimis sebelum bertempur ya? Tapi beneran, deh, hari itu saya takut banget. Saya merasa tidak sanggup menghadapi tantangan.

Sambil jalan dan menghirup udara pagi yang segar, saya berfikir, kalau saya tidak berani dengan tantangan, tidak mau belajar dari kesalahan, dan takut melakukan kesalahan, kapan saya bisanya? Justru seseorang menjadi tahu karena dia belajar, dia belajar karena dia pernah salah, dia pernah salah karena dia awalnya tidak tahu.

Yipeee!!!

"Ya Allah, luruskan ketakwaanku, yang menjadi dasar hidupku,
dan luruskan urusan-urusan duniawiku, tempat aku beroleh nafkah, dan limpahkan
kepadaku kebaikan di Akhirat, yaitu tempat aku kembali.
Jadikanlah hidupku jalan untuk menghimpun kebaikan,
dan jadikan kematian saatku terbebas dari semua keburukan"
[Muslim]

Saturday, May 16, 2009

Tentang Prasangka

Assalamualaikum...

Sudah lama ya saya gak update blog ini. Dulu sekalinya rajin bisa sehari beberapa kali posting! hahaha... Well, banyak hal yang terjadi selama rentang waktu dari terakhir kali saya posting sampai hari ini (dan hari-hari selanjutnya, insyaAllah).

Saya mendapatkan pekerjaan baru di salah satu bank BUMN, saya mendapatkan teman-teman baru yang hebat-hebat ketika pendidikan di bank tersebut, saya mendapatkan pencerahan untuk memperkuat iman saya, saya belajar lagi, lagi dan lagi, sampai akhirnya saya terbaring di tempat tidur. Tepar. Mestinya hari ini saya overtime untuk membantu teman-teman kantor saya yang lain melakukan tunggalisasi data.

ga papa, bsk ga usah masuk..
cepet sembuh ya..

ujar salah seorang teman saya kemarin malam via SMS.

Memang yang namanya sakit itu gak enak. Kemarin saya terpaksa izin ga masuk. Sebenarnya gak enak juga. Masih baru udah izin. Tapi mau bagaimana lagi, maag ini memang benar-benar mengganggu. Tapi alhamdulillah, Allah masih sayang sama saya. Saya lagi disentil. Selama ini saya lalai sama pola hidup saya. 
 
Anyway, iman saya sempat diayun dengan yang namanya "prasangka". Apalagi kalau bukan prasangka buruk terhadap seseorang. Duh, saya ini egois sekali ya? Seperti tak pernah berbuat salah saja. Sok tau banged deh.

Saya serasa dihantam oleh godam ketika membaca hadis berikut:

"Janganlah banyak berbicara tanpa mengingat Allah karena hatimu akan mengeras.
Hati yang keras jauh dari Allah, tetapi kau tidak mengetahui. Jangan melihat kesalahan orang seolah kau adalah raja.
Lihatlah perbuatan salahmu seolah kau adalah hamba.
Sebagian orang menderita sakit berbuat salah dan sebagian orang terlindungi dari berbuat salah.
Berbelas kasihlah kepada orang yang menderita itu dan bersyukurlah kepada Allah atas lindungan-Nya"
[Muslim]

See.. jelas saya merasa bersalah sekali. Saya telah men-judge seseorang, padahal saya tidak tahu pasti apa permasalahannya. Seseorang itu memiliki landasan atas setiap tindakannya. Itu yang saya tidak sadari. Saya seharusnya bisa lebih bijak dengan tidak cepat menilai dan mengambil keputusan. Saya seharusnya melihat segalanya dengan lebih dekat. Berusaha memahami. Itu yang saya lupa.
 
InsyaAllah saya akan berbaik sangka kepada semua orang. Berbaik sangka kepada setiap kejadian dan ujian yang Allah berikan kepada saya. insyaAllah :)

Friday, February 27, 2009

Jangan Berlebihan

Bukannya sengaja menenggelamkan diri lagi ke dalam masa yang lepas, tetapi memang kejadian itu tiba-tiba berkelabat saja ketika saya sedang membaca (kembali) Eldest. Padahal tidak ada cerita pada novel itu yang mengingatkan saya pada si Tea yang aneh satu bulan yang lalu.
Jadi, satu bulan yang lalu saya merasa tidak berarti. Sangat..sangat tidak berarti. Kenapa? Karena ada objectives dalam hidup yang tidak bisa saya capai sesuai target. Apa yang terjadi? Saya lepas kendali. Saya menjadi seseorang yang tidak saya kenali. Bahkan The Dearest pun sampai totally apprehensive mengetahui saya bisa sampai lepas kendali seperti itu.

Sampai pada akhirnya saya menyadari kalau ini sudah berlebihan. Kesedihan yang berlebihan. Jadi, ada sesuatu lah yang akhirnya membuat saya membumi kembali.

Adalah The Dearest, yang sore itu berceletuk. Mending kalau celetukannya itu nyambung sama apa yang sedang kami bicarakan. Ini mah jauh banget. Tapi ternyata mampu membuat saya membumi.

"Kesulitan itu banyaknya dateng dari perasaan kita sendiri, lho"

Ibaratnya perkataannya itu adalah cermin berukuran besar yang kemanapun saya melangkah akan selalu ada. Perasaan lepas kendali dan sedih nan lebay yang saya alami ketika itu merupakan pantulan dari keadaan diri dan iman saya.

Malamnya, cermin itu semakin besar saja ketika Mama berkata:

"Kesulitan itu akan terasa berat dan semakin sulit untuk orang yang bernyali kecil, tetapi akan terasa ringan untuk orang yang nyalinya besar"

Nah lho! Saya mah gak mau dibilang orang yang nyalinya kecil. Saya jadi mikir, saya selalu berfikir kalau I'm larger than life. Bahwa dunia ini tidak terlepas dari yang namanya kesedihan dan penderitaan. Saya selalu berusaha untuk tidak lemah dengan menyerah pada kegagalan dan kesedihan. Tapi sikap dan nyali saya waktu itu tidak lagi menunjukkan Tea yang default nya.


Sebagai manusia yang sifat dasarnya adalah lupa dan suka berlebihan, apa sih yang bisa kita sombongkan?

"[Kami jelaskan yang demikian itu] supaya kamu jangan berduka-cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan oleh-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
(QS. al-Hadid [57]:23)



Tuesday, February 24, 2009

Jatuh Cinta

Kenapa saya memutuskan mengenakan jilbab?

Karena saya ingin lebih dekat dengan Kekasih saya. Kekasih yang merupakan satu-satunya pemilik cinta sejati. Kekasih yang selalu memberikan cinta dan kasih sayang-Nya tanpa pamrih. Kekasih yang telah menciptakan saya dan memberikan saya kehidupan.

Walau tak sempurna, saya berusaha untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Sang Kekasih, salah satunya adalah kewajiban perempuan untuk berhijab. Jelas hal ini diungkapkan oleh ALLAH dalam firman-Nya:

"Hai Nabi! Katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(Al-Ahzab[33]:59)


Kemarin, saya membuka diary saya. Diary semasa SMA. Di sana saya menemukan tulisan saya sendiri yang mengungkapkan keinginan saya untuk berjilbab, bagaimana hancurnya saya ketika mendapatkan pertentangan secara terbuka dari ayah saya yang non-muslim ketika saya mengenakan jilbab ke pesta kedatangan tante saya yang baru saja menyelesaikan program master-nya, dan unek-unek saya ketika saya merasa seperti "alien" aka beda sendiri ketika berada di tengah-tengah saudara ayah saya yang non-muslim.

"Resti, ayo makan, halal, kok" kata opa Lex, sambil menyodorkan piring yang berisi tumpukan nasi jaha yang lezat.

Haha.. saya masih ingat saja kata-kata beliau. Beliau kira saya bengong-bengong begitu karena bingung itu makanan yang disajikan halal atau tidak. Padahal saya rasa risi saja "berbeda" dari yang lain. Saat itu adalah hari kedua saya mengenakan jilbab.

Ujian.

Sampai saat ini, saya tahu saya belum lagi menjadi seorang muslimah yang baik. Tak jarang saya merasa risi kalau ada teman saya yang memanggil saya dengan sebutan "ukhti" seperti yang akhi Mulya lakukan. Bukannya apa-apa, saya hanya merasa belum pantas saja. Perjalanan saya untuk bisa disebut sebagai seorang ukhti.

Saya ingin menjadi muslimah yang cantik luar-dalam. Seperti Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid, Maryam binti Imran, atau Fatimah binti Muhammad. Ya saya tahu, rasanya memang terlalu muluk apabilan ingin menyamai sifat dan sikap mereka. Tetapi setidaknya saya bisa meniru sikap dan sifat yang ada pada idola saya, kan :)

Saya jatuh cinta pada mereka. Saya jatuh cinta pada... ya, ada seorang akhwat yang membuat saya jatuh cinta sejak dua tahun lalu :) Dia adalah kakak saya tersayang. Bagi saya, dia adalah seorang muslimah sejati. Saya kagum padanya. Walaupun kami ini berjauhan dan dipisahkan oleh lautan luas.

Saya selalu ingin meniru caranya yang selalu berusaha untuk menjalankan aturan Islam secara kaffah.

kakak : iya...sbb akhlak yg baik...org boleh jatuh cinta

saya : yaaaa! seperti aku ke kak gyah

kakak : haha. resti blum tau kk lagi. real life...kurang sabar skit

saya : kekeke... nobody's perfect lah kak... tapi dunno lah pokoknya aku suka

kakak : hehe hugss


Friday, February 20, 2009

Senangnya

Hari ini saya merasa senang banged (the vibe is already felt started from 4 days a go, actually), masyaAllah. Tak sia-sia usaha saya selama ini dan tidak salah saya mengambil keputusan ini. Ya, walaupun sempat beberapa saat saya meratap-ratap juga, jadi merasa gak pe-de sama keputusan yang saya ambil. Tapi memang Allah tidak akan memberikan suatu ujian yang melampaui batas kemampuan ummat-Nya.

Kalau dulu saya hanya bisa berangan-angan dan memasukkan salah satu keinginan ini di wishlist saya, sekarang, isnyaAllah, saya sudah pe-de untuk melakukannya. Saya mau menginvestasikan hasil jerih payah saya di reksadana :D Well, awalnya saya mau mencoba forex. Who doesn't want dengan return yang aduhai tetapi high risk juga. Tetapi setelah saya bandingkan antara reksadana dan forex, saya prefer reksadana (bilang aja, Tea, karena reksa lebih "nyantai" coz ada manager investasinya :p)

IsnyaAllah, ditemenin sama teman saya yang baik hati, Adon, kami akan ke Manulife untuk konsultasi dulu. Berhubung The Dearest sedang tak ada ya jadi saya menunjuk Adon buat nemenin (off-nya kapan ni, Don?).

Hal lain yang membuat saya senang adalah karena ternyata saya benar-benar gak salah milih Oriflame :D then berada di jaringannya mba Ririn means grupnya mba Sharah, means punya fasilitas online karena tergabung di d-BC, means salah satu keluarganya BOSS juga :D Jujur, saya ngerasain kebebasan finansial di sini, belum whole memang karena segala sesuatunya ada proses, tetapi baru awalnya aja hembusan kebebasan finansial itu udah berasa bener *hembusan.. kekekekeke...*

Tanggal 7 Maret nanti, isnyaAllah, akan diadakan lagi BOP aka Business Oriflame Presentation di Jakarta Design Center. Gak sabar deh ketemu sama Diamond termuda dari Bali.. biar ketularan juga soalnya. Apalagi pas ultah kemarin mba Meuthia juga wish ke saya supaya cepat Diamond. Mudah-mudahan bukan sekedar impian lagi, ya, sama seperti reksa, amiin :)

Saya suka sama kata-katanya mba Meuthia yang ada di blognya (aku kutip ya mba :D):

Downline itu macem2 tipenya yaa..
Maksudnya tebal dan tipisnya optimisme,
kuat dan lemahnya sinyal semangat,
kecil dan besarnya perjuangan,
panjang dan pendek nyalinya,
banyak dan sedikit keberaniannya dalam bayar harga,
yaa..namanya juga manusia yaa..macem2!
Tetapi asal tetap masih kepengen dalam kebersamaan di sini, biasanya sih mereka sampai juga
di impian kecilnya: menjadi Director!

Setelah sempat mengalami pasang surut semangat dan redup dan berkobarnya optimisme, akhirnya semangat dan optimisme yang tak kan pernah surut dan redup sudah menjadi sesuatu yang default pada diri saya, insyaAllah, amiin... :D


Wednesday, February 18, 2009

I'm Going To Be My Own Bestfriend



I'm going to be my own bestfriend
stick with me till the end