Tapi mungkin kita perlukan sunyi
(Barangkali dalam secangkir kopi):
Kelam, pekat, mengepul dari pori bumi
Dari kolong waktu yang kenyang dilukai
penggalan puisi Ook Nugroho, Pelajaran Pertama Menulis Sajak
Mungkin ini seperti titik balik
Setelah sekian lama ku alami segala yang membuatku jungkir balik
Atau kenyataan yang terpantul dari cermin tak kasat mata
Ketika otak ini mengalami mati rasa
Jadi, semuanya jelas sudah. Bukan kemungkinan ketika akhirnya saya menemukan jawaban mengapa imaji ini mati adalah karena penyakit yang saya buat sendiri. Pernyataan klise bahwa "kamu adalah apa yang kamu fikirkan" itu memang menjadi kenyataan sekarang. Itu sudah terbukti pada saya. Ketika saya merasa tidak mampu untuk meninggalkan zona nyaman saya.
Entah mengapa semuanya terasa indah. Ketika imaji saya beku tiba-tiba saya teringat penggalan dari salah satu puisinya Shel Silverstein yang judulnya Forgotten Language:
Once I spoke the language of the flowers...
How did it go?
How did it go?
Kalau diterjemahkan ke dalam versi saya, kira-kira seperti ini:
Pernah untuk waktu yang lama aku bersekutu dengan kata
Sampai akhirnya ku merasa tak bisa membaca
Ku biarkan dia pergi
Sampai aku tak utuh lagi
meninggalkan zona nyaman memang tidak mengenakkan..
ReplyDeletetapi jika kita tidak berfikir demikian,maka tidak akan terjadi hal yg tidak mengenakkan tadi. karena kita tidak berfikir rintangan, tapi tantangan!
selamat datang kembali di dunia blogsphere..
makasih Dee...
ReplyDeleteI'm back! :D
itu puisi Shel Silverstein terjemahannya panjang amat ceu, perasaan bahasa inggrisnya dikit...
ReplyDelete:)
Wah, pengagum puisi y mba..
ReplyDeletetea... pa kabar buuu?? :D
ReplyDeletezona nyaman ya? dirimu keluar dari zona nyamanmu gitu? eh, gw pernah denger katanya "meninggalkan zona nyaman kita berarti kita berani maju, berani menjadi lebih baik" setuju kah? hahahha... disimpen dalam hati aja deh jawabannya... :P
tea.. aku juga takut berpindah ke zona nyaman.. but we have to face it, life is just a circle, we can be up or side down , rite .. :)
ReplyDeleteini apa..komen ko curcol :p
@ontohod: gue gak nerjemahin puisinya Shel yaa... itu versi gue aja...
ReplyDelete@Miftahgeek: iya :)
@Ismi: hihi... iya biar Resti dan Allah aja yang tau :) apa kabar, Mi? lama tak bersua kita :)
@Thya: mau komen atau curcol I always accept whatever it is :) miss you sis *hugs*