Kadang aku tak mengerti
mencoba memahami kemana kepulan asap dari cangkir tehku pergi
menghilang begitu saja
seperti tak berarti
pertanyaan bodoh kah?
aku tak peduli
Malam-malam ku habiskan menatap rembulan tua
sambil bersenandung kecil tak berarah
sekali lagi, aku mencoba untuk memahami
kenapa purnama tak pernah bercerita
padahal dia telah ada cukup lama
Tuhan...
sungguh aku peduli dengan semua yang dunia sediakan
sampai akhirnya aku berada di titik ini
ketika aku sungguh sungguh peduli
saat ku merasa tak ada tangan Mu lagi membelaiku
Gemintang yang bisanya terlihat begitu indah
kini terlihat begitu bodoh
menari-nari riang tanpa perasaan di tengah kegundahanku
"Lebih bodoh mana, mereka atau aku?" cerca batinku
membuatku malu
Lagi-lagi aku cemburu
langit dan bumi tak mengacuhkanku
mereka bercakap-cakap riang
tertawa lepas
tapi bukan untukku
aku tak ada
walau aku merasa seperti raksasa yang berdiri di tengah hiruk-pikuk kehidupan
Tak ada cinta untukku
tak ada
Sampai di suatu malam yang riuh-rendah
ketika seperti biasa aku raksasa yang tak terlihat
lelaki lusuh setengah baya itu berjalan ke arahku
bukan untuk menyapaku verbal
hanya lewat saja dengan tertatih-tatih
kedua matanya hidup dan cerah menataplku lekat
sebelum lewat dia tersenyum.. tersenyum hangat
Damai..
Damai kurasa...
Malam itu ku tahu,
Dia mengulurkan Tangan Nya lagi padaku
ressti lagi berpuisi denganNya ..
ReplyDeleteindah tea :)
Dari Abu Malik Al Haritsy bin ‘Ashim Al Asy’ary radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Bersuci sebagian dari iman, Al Hamdulillah dapat memenuhi timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah dapat memenuhi antara langit dan
ReplyDeletebumi, Sholat adalah cahaya, shadaqah adalah bukti, Al Quran dapat menjadi saksi yang meringankanmu atau yang memberatkanmu. Semua manusia berangkat menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) ada juga yang menghancurkan
dirinya. (Riwayat Muslim)
T.T
ReplyDelete