Tuesday, August 11, 2009

Biasa Saja... Serius!

"Hei, Alma, pakabar?" 
dan kujawab, "Baikterimakasihapakabarjuga?"
Dia berhenti dan menatapku seolah-olah aku baru turun pakai parasut dari Mars, dan katanya,
"Kenapa sih tidak kaujawab, Biasa saja?"
Nicole Krauss, The History of Love

Kukira hari ini akan turun hujan saat melihat awan hitam menggantung di langit. Tetapi ternyata tidak. Kondisi tersebut bisa kujadikan analogi untukku sendiri. Ceritanya adalah kemarin malam ketika ditengah-tengah pembicaraan tidak terlalu serius melalui YM, temanku bertanya:

Kenapa gak nangis aja?

Selama beberapa detik aku terdiam tetapi dengan jemari siap untuk mengetik sesuatu. Suatu jawaban yang masih tidak kuketahui.

Menangis untuk?, jawabku pada akhirnya.

Untuk sesuatu yang lagi ganggu kamu. Aku tahu kamu pengen nangis.

Ha!

Dulu pengen. Tapi enggak lagi, jawabku.

Kenapa harus ditahan?

gee...

Siapa yang nahan? dan aku sedang ga berusaha untuk menjadi kuat. Kamu tahu aku, kan? 

Kamu sedang berusaha untuk merasa biasa saja?


Aku memang merasa biasa saja.

1 comment: