setelah hampir setahun penuh
dan berminggu-minggu
dan sehari lagi
sampai ia kembali tiba di kamarnya, ketika malam
Makan malamnya menunggu
Dan masih hangat.
Maurice Sendak, Where the Wild Things are
Adalah seorang sahabat lama.. sahabat cilik saya yang kini tengah menikmati masa-masa akhir SMA nya. Saya kenal dia karena saya pernah dekat dengan kakak laki-lakinya. Saat kedekatan itu berakhir, kedekatan saya dengan gadis cilik itu tidak berakhir. Yang paling berkesan dia pernah datang ke kampus seorang dari hanya untuk memberi support saya yang kala itu mau bimbingan. hahahaha....
Dia gadis yang cantik. Berbakat. Mandiri. Tapi saya tahu ada rasa sepi di hatinya. Gak perlu saya ceritakan apa sebabnya.

Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya FB "mempertemukan" kami lagi. Gak kerasa aja sekarang dia udah 17. Semakin cantik saja. Tapi ternyata rasa sepi itu masih ada di hatinya. Rasa sepi yang sama seperti yang dulu. Tapi hari ini rasa sepinya selama bertahun-tahun itu terbayarkan ketika saya membaca status di FBnya:
Dia gadis yang cantik. Berbakat. Mandiri. Tapi saya tahu ada rasa sepi di hatinya. Gak perlu saya ceritakan apa sebabnya.

Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya FB "mempertemukan" kami lagi. Gak kerasa aja sekarang dia udah 17. Semakin cantik saja. Tapi ternyata rasa sepi itu masih ada di hatinya. Rasa sepi yang sama seperti yang dulu. Tapi hari ini rasa sepinya selama bertahun-tahun itu terbayarkan ketika saya membaca status di FBnya:
gini duunk, jalan2 sekeluarga... utuh ^ ^
No comments:
Post a Comment