Monday, August 24, 2009

Bermimpi Jatuh Cinta

"Jangan lupa sholat tahajud, De. Sebebas-bebasnya kamu mengeluarkan rasa dan asa ke dalam sebuah tulisan, tidak sebebas kepada Allah Yang Maha Mengerti dan Mengetahui"


Sebut saja Mo (well, terinspirasi dari Mortimer Folchart), senior saya di kantor yang beberapa bulan lalu mengatakan hal itu kepada saya.

Beberapa bulan yang lalu ketika saya mengira segala sesuatunya akan sempurna...

Untuk beberapa waktu, saya duduk dan meringkuk tak berdaya di sudut kamar, dengan dada sesak tapi tiada air mata yang jatuh. Saya tidak menahannya. Segala sesuatunya menjauh dan menjadi abu-abu. Dikala saya memiliki cita dan keyakinan, ternyata semuanya seperti debu yang diterpa angin. Hilang. Jauh. Semakin menjauh.

Sedih itu tampak ketika saya sendiri. Saya tidak bisa menampakkannya di depan orang lain. Tidak. Kalaupun saya berusaha untuk menampakkan, sepertinya suasana selalu mendukung saya untuk tertawa.

Contohnya hari itu. Hari ketika Mo, yang selalu nge-cengin saya mengatakan kalimat di atas tadi. Keberadaan Mo membuat saya lupa dengan hitamnya cerita dongeng saya. Saya tidak pernah menceritakan kepada Mo apa yang terjadi sampai hari itu, ketika Mo berkata itu, saya memutuskan untuk bercerita kepadanya.

Hancurnya perasaan itu bukan untuk pertama kalinya. Tetapi yang terakhir itu memang yang paling "berkesan". Sempat berfikir mengapa selalu ditinggalkan tetapi insyaAllah saya selalu menerima apa yang menjadi keputusan Allah.

Mungkin itu yang terbaik.

"Selalu ada pelangi setelah badai menerpa, insyaAllah.." begitu kata Mama saya.

Sampai akhirnya saya tidak mengerti kenapa hati ini tiba-tiba terbuka untuk orang itu. Fitzwilliam Darcy. Hahaha... Entah mengapa saya merasa seperti Elizabeth Bennet dan dia adalah Mr. Darcy.


Tapi, tidak ada seorang pun yang mengerti. Apabila diumpamakan, perasaan dan jiwa itu seperti samudra. Apa yang tampak di permukaan tidak sama dengan apa yang ada di dalamnya. Begitu lah yang saya alami kepada Mr.Darcy.

Saya bimbang. Sampai sore tadi, seorang sahabat mengirim SMS kepada saya. Membuat saya tersenyum.

De, jadi inget tulisanmu yang ada quote Rumi nya, bahwa Tuhan mengalihkanmu dari perasaan yang satu ke yang lain dan mengajarimu dengan hal-hal yang bertentangan, sehingga kau akan punya dua sayap untuk terbang--bukan satu :)

No comments:

Post a Comment