
I had another remarkable date with myself last night.
Dengan John Mayer sebagai backsound dan Love Actually sebagai plotnya :) Sampai akhirnya, terinterupsi oleh seorang teman yang menelfon saya ketika adegan di mana Daniel membakar semangat Sam :
Sam : No way! Anyway, they fly tonight.
Daniel : Even better! Sam, you've got nothin' to lose, and you'll always regret it if you don't! I never told your mom enough. I should have told her everyday because she was perfect everyday. You've seen the films, kiddo. It ain't over 'til its over.
Dengannya, saya terlibat percakapan yang tidak panjang tetapi lumayan menyenangkan. Sampai akhirnya ketika topik pembicaraan kami beralih dari topik satu ke topik lainnya, saya mendengar gadis yang menjadi lawan bicara saya itu berkata tentang sesuatu seperti puasa berharap.
Kata-kata itu mengingatkan saya pada seorang teman yang pernah berkata pada saya, kira-kira dua tahun yang lalu.Kekecewaan tidak akan ada kalau kita tidak memiliki harapan, Dek.
Membuat saya tertawa sendiri karena mana bisa kita hidup tanpa memiliki harapan. Saya menterawakan diri saya sendiri sebenarnya ketika semuanya itu membuat saya menoleh kembali ke belakang. Saya pernah mengatakan pada seseorang bahwa saya akan berhenti berharap. Silly karena ternyata saya masih berharap.
Tetapi setelah banyak hal yang saya lalui, saya mengatakan lagi bahwa saya berhenti tidak akan banyak berharap. Saya jadi teringat film Into The Wild, kisah nyata mengenai Christopher MacCandless yang setelah lulus kuliah menghilang ke alam bebas untuk menyerahkan hidupnya kepada hidup itu sendiri. Chris tidak berharap apapun selain untuk tidak ditemukan oleh keluarganya dan orang-orang dari masa lalunya.
Sekarang saya berada di dalam suatu situasi di mana dibutuhkan banyak harapan. Tetapi saya pernah mengalami cerita ini sebelumnya. Walau tidak persis sama. Saya hanya tidak mau kecewa. Ya, saya menyayanginya, tapi saya tidak berharap banyak.Menyerah?
It ain't over 'til it's over :)
No comments:
Post a Comment