Showing posts with label Tentang Tea. Show all posts
Showing posts with label Tentang Tea. Show all posts

Thursday, November 5, 2009

There'll Be Days Like This...

when you discover that you in a bit rut and trying to deal with some heartache...

kyahahaha....


Saya gak lagi sakit hati kok. Cuma kecewa aja dengan beberapa hal.

Life...

Keindahan yang terbuat dari banyak hal yang bertentangan. Gak semua semua hal berjalan sesuai dengan apa yang kita mau. Tapi saya anggap sebagai ujian.

Bener-bener gak ya si Tea ini? ^^,


Dear fans.. *grin*
I'm gone for good...
and will be back again when thing is accomplished  



http://ceritatea.blogspot.com

Friday, October 23, 2009

Kalau Tea dan Rayyan Bertemu Lagi

via phone-cell...

selepas sms sana dan sini, telfon sana dan sini untuk konfirmasi besok janjian di mana, jam berapa, dan siapa aja yang ikutan ke Pesta Blogger 2009 besok, Rayyan menghubungi saya....

yang lalu dan yang kembali singgah...

itu yang ada di fikiran saya tadi. Suasana yang nyaris sama. Malam Sabtu. Hujan rintik-rintik. City of Angels nya Goo Goo Dolls (ok, yang ini saya sengaja puter biar sama juga hehe...). Bedanya, dua tahun yang lalu saya bertemu. Duduk berhadap-hadapan. Di sisi jendela besar di sebuah tempat makan yang nyaman.

Rayyan : "Don't wish anything from me", eh?
Saya : terkekeh menyadari Rayyan menyebutkan status facebook saya beberapa hari lepas. It wasn't for you...
Rayyan : I know... 
Saya : How how???
Rayyan : Because...
Saya : Ok, aku tahu jawabannya..
Rayyan : *menghela nafas..
Saya : It's because of you.. tapi aku gak nyalahin.. you're the best.. always *beneran tulus
Rayyan : Ada kemungkinan kita ketemu lagi? Face to face..?
Saya : Ada, insyaAllah... tapi jalannya belum mengarah ke situ... berat... kadang aku gak habis fikir...Tapi pasti.. seperti Mama ku bilang, akan ada pelangi setelah hujan badai...
Rayyan : *tersenyum. Aku memang gak bisa lihat dia, tapi aku tahu dia tersenyum (maksa.jpg). Sing me the song...
Saya : Which one?
Rayyan : The one you sang when you "saved" me that time...
Saya : Ben?
Rayyan : Memangnya ada lagi? *tertawa kecil
Saya : *berdehem. Sekarang?
Rayyan : I wish I could see you sing live
Saya : Aku nyanyiin part yang paling kamu suka aja ya...

I used to say "I" and "me"
Now it's "us", now it's "we"

Ben, most people would turn you away
I don't listen to a word they say
They don't see you as I do
I wish they would try to
I'm sure they'd think again
If they had a friend like Ben Rayyan




teman, sahabat, kekasih sekaligus musuh saya ^^,
terakhir kali kita ketemu saya bilang, genggaman jemari kita memang tidak seerat dulu.
renggang tapi masih kuat
selamanya...
you're the best...
selamanya...
memang gak ada cerita romansa yang sekeren cerita kita ya, Ray? hehehe.... *peace



http://ceritatea.blogspot.com

Monday, October 19, 2009

Tea: On Big Project


so, I'm on the big project of "Meet Me At The Fair".
Even I MUST spend the weekends doing this project. It's all about pursuing my dream. My true love. My passion in life.
Dreams for the future are possibilities. But they are will not positively occur unless we do our part.



http://ceritatea.blogspot.com

Saturday, October 17, 2009

Bagaimana Bisa Aku Tega...

wanginya masih bisa kucium
jari-jemarinya yang mengacak-acak rambutku dengan sayang
suara tawanya yang renyah yang selalu membuatku merasa senang
padahal aku sudah pergi sejauh ini
bukan untuk lari dari kenyataan yang kubuat sendiri
mungkin aku sudah mengakhiri
tapi aku tidak bisa tega untuk menghapus semua jejak itu
jejak yang kubuat sendiri
jejak yang aku dan dia buat bersama


Pagi ini, saya dibangunkan oleh bunyi handphone saya. Ada 5 misscalls dan 1 SMS. SMS itu adalah ending dari dering panggilan yang tiada hentinya.

hey, Great! masih tidur ya?
payah! tapi Nuwara Elliya sama sekali gak payah! Indah!
check ur e-mail

-zelig

HWWWAAATTSSS???

Udah ada di Srilanka lagi aja tu anak...

Dalam waktu cepat nyawa saya sudah menyatu dan langsung menyalakan lapito. Check e-mail, dan mendapati kata-kata di atas terangkai emosi yang menggelegak. Ada sedih. Ada senang. Ada rasa bersalah yang tak bisa disembunyikan.

Saya takjub. Selama dua hari berturut-turut Allah "menitipkan" orang-orang yang saya sayangi pada saya. Menjadikan saya "tempat sampah" untuk mereka. Tapi saya gak keberatan sama sekali. Kalau kemarin malam seorang teman dekat menceritakan kegundahan hatinya dengan secara langsung pada saya. Emosi jeals terlihat dari wajahnya. Matanya yang merah dan berkaca-kaca (yang dia akui sebagai akibat dari kurang tidur... *c'mon... you can not fool me* ) dan emosi meluap yang tertahan dari nada suaranya. Saya paling gak bisa lihat orang menangis atau mau menangis. Karena saya pasti ikutan. Tapi untungnya kemarin enggak ^^,

Alhamdulillah, sebagai penyeimbang, saya dan Zelig tidak ditempatkan bertemu secara langsung. Dia ada di Nuwara Elliya yang indah. Kota yang sejuk peninggalan kolonial Inggris. Salah satu kota impian yang ingin ia kunjungi bersama Chiripa.

Kisahnya Zelig dan Chiripa ada di sini.

Kamu nyesel???

Saya membalas e-mailnya.

Gak berapa lama...

Rasa itu ada. Tapi... sampai sekarang aku gak ngerti kenapa perasaan itu berubah begitu cepat! Ada rasa sesak di dada ini. Ada air mata yang gak bisa jatuh. Dan aku gak suka. Damn! dan Nuwara Elliya... padahal aku belum pernah ke sini sama dia. Tapi, kenapa seperti ada jejak dia. Aku nginep di St.Andrew's.. hotel tua, Great, dan anehnya selalu ada dia. Kamu ngerti maksudku kan?

Saya tidak membalas e-mail Zelig. Belum. Saya gak tau harus membalas apa. Saya rasa, dia hanya butuh untuk "didengarkan". Tapi, pada akhirnya saya teringat dengan kejadian kemarin sore di kantor. Ketika saya dan Febi kebingungan karena selisih lebih. Tapi, kita masih bisa have fun. Sampai akhirnya masalah pun terpecahkan.

"Tea, foto-foto dulu, yuks???" kata Febi.



difotoin sama satu orang *ya iya lah, Tea..*
tapi yang nontonnya banyak! ^^,


mamanya Ozan..
uangnya buat beli susunya Ozan :p



brankas gak cukup.. apa taro di rumah gue aja ya???


Tapi saya jadi pengen ke Nuwara Elliya. Kapan yah??? Tapi kenangan akan Pantai Serikenangan lebih menggoda saya ^^,

Sekali lagi, KAPAN, ya, saya bisa ke sana lagi...


suatu saat di masa lampau bersama Tuandarimasalalu

Sunday, October 11, 2009

Tea on Cartoon

EDITED


Saya (S): eh eh
(S): lo mw gw liatin contoh gambar kartunnya ga?
(S): yg kemaren gw minta??
Ontohod (O): iya sini
(O): mana contohnya ceu?
(O): u mau full badan?
(S): enggak
(O): setengah badan aja ya, dari kaki sampe pinggang
(O): *big grin
(S): terserah.. gimana bagusnya aja
(S): tapi gw mau d gimana2in juga bagus aja sih
(O): y udah berarti dari ujung kaki sampe pinggang aja
(S): hahaha
(O): wajahnya ga ikut
(S): dudulz
(O): kan lu bilang digimana2in bagus
(S): ya ga gitu juga dasar
(S): ya tapi mikir aja atuhhh
(S): *angry
(O): waduh dimarahin gw
(O):  ampun ampun iya ceu siap laksanakan
(O): tipe kartunnya pengen kaya gitu?
(S): yg kek gitu boleh..
(S): tapi
(O): iya
(S): kalo lo ada ide yang lebih bagus boleh banged
(O): iya, ntar dibikinin maksimal yg gw bisa ya
(S): gw yakin lo bisa
(S): yakin
(S): gagal
(S): hahahaha
(S): becanda, kang
(S): ih lo mah pundungan
(O): yaaah bikin ga semanget
(O): lu kan tau gw sensitif
(O): hati gw tuh setifis tisu toilet
(S): oh... satu garis ato dua garis???
(S): tiga garis ini mah, hamil (red:gendut) abadi
(S): hahahaha
(O): *crying
(S): napaa???
(O): g knp2 nangis diledekin gw (pan sensitif) hkk

Dan.....

inilah hasilnya....


originally made by Ontohod 
officially for me 




Kalau mau tahu proses pembuatannya, click di sini yaa :)


Sunday, August 2, 2009

Kelahiran Perasaan

Sudah sangat lama aku tak melihatnya, sehingga aku merasakan limpahan kebahagiaan,
seolah bukan hanya satu malam yang telah terlewati, tapi satu musim dingin.
Seolah musim semi telah datang.
Diane Setterfield, The Thirteenth Tale 

Aku terserang sesuatu yang berjuta rasanya. Sudah seminggu ini. Seorang teman mengatakan kalau aku adalah anak kecil yang terperangkap di dalam tubuh perempuan dewasa. Aku tidak tersinggung karena aku rasa pernyataannya benar. Aku seperti tidak pernah merasakan hal ini. Tapi aku benar-benar merasa kalau ini yang pertama kalinya.

Aku kehilangan selera makan. Tetapi aku merasa senang. Aku merasa gelisah. Tetapi aku juga merasa senang. Aku ingin menyimpannya di dalam hati saja tapi pada akhirnya aku memutuskan untuk bercerita. Sekedar bercerita kepada orang-orang tertentu. Aku hanya bisa bercerita berharapa bebannya akan menjadi lebih ringan. Alih-alih menjadi lebih ringan rasanya seperti meletup-letup saja. Aku tidak mau dia tahu. Tapi aku juga mau dia tahu. Tapi aku tidak mau memberitahunya.

Aku hanya mampu menulis. Ini yang aku bisa. Aku tidak bisa apa-apa lagi.

Monday, July 27, 2009

Sepertinya Aku Memang Sudah Mengenal Dia

Masih tentang Oz...

dan dia masih seperti lilin. Masih seperti bayang-bayang. Ada tapi tidak bisa disentuh. Aku jadi teringat dengan apa yang dikatakan Sandrani sore itu.

"Kamu menceritakan tentang Oz seolah-olah kamu memang sudah benar-benar mengenalnya"

Aku tidak menjawab apa-apa. Sandrani juga tidak butuh jawaban karena dia tahu kenyataannya.

"Ternyata dia benar-benar mengagumkan... si Oz itu..." ujarnya lagi, sambil lalu.

Dia memang mengagumkanku. Kalau tidak, bagaimana bisa dia membuatku seperti ini?

Sunday, July 26, 2009

Di Luar Masih Hujan Deras

"Jadi,kau juga mengalami sedikit romansa dalam kehidupanmu," kata Anne pelan.
"Ya, kupikir kau bisa menyebutnya begitu. Kau tak akan menyangka jika kau melihatku, kan? Tapi kita tak pernah bisa mengetahui perasaan orang dari luarnya saja. Semua orang telah melupakan kisahku dengan John. Aku juga telah melupakannya. Tapi, tiba-tiba aku teringat ketika melihat Gilbert hari Minggu lalu."

Lucy M. Montgomery, Anne of Green Gables

Saya memikirkan dia. Oz. Siapa Oz. Dia bisa saja banyak orang. Tetapi semakin larut kufikirkan, semakin saya yakini dia adalah seseorang. Perasaan saya antara enak dan tidak enak. Hujan yang biasanya bisa saya nikmati kini tak terasa lagi kesejukannya. Terlalu dingin. Karena Oz telah mengubah semuanya.

Saya teringat Cassiopia yang pada suatu malam tahun baru kemarin merayakan di rumah saja bersama keluarganya.Bel pintu berbunyi dan dia beranjak dari depan laptop nya untuk membukakan pintu. Cassiopia terkejut karena yang berada di hadapannya adalah temannya, Vi, bersama orang itu. Seseorang yang pernah berkata bahwa dia selalu kesulitan untuk menuliskan C-I-N-T-A atau L-O-V-E dan memiliki kesulitan yang sama untuk mengatakannya.

Cassiopia tak hentinya terpana ternyata kedatangan orang itu adalah untuk menuliskan dan mengatakan C-I-N-T-A kepadanya. Akhirnya.. setelah minggu-minggu Cassiopia diisi oleh Tattoed on My Mind nya D'Sound...

Kembali pada saya...

Saya rasa saya harus menambah satu lagi kata kunci untuk si Oz ini...

Lilin..

Karena dia seperti cahaya lilin yang kadang redup dan kadang terang.

Thursday, June 25, 2009

Penggalan Cerita Lalu

Thara menunduk
jari-jemari tangannya saling bertaut
dalam sepi hatinya berteriak mengobarkan semangat..
tapi sayangnya,
Thara terlalu takut menatap dunia

sayup-sayup Thara mendengar suara Nenek
suara tua dari masa dirinya masih kanak-kanak
masa ketika Nenek selalu membacakan cerita sebelum tidur untuknya
suara yang hangat dan cerita yang seperti nyata

dalam mendung hatinya
suara tua dari masa lalu itu mendendangkan penggalan kisah dari salah satu cerita

dalam mimpi terkadang aku berjalan di rumah gelap yang tidak kukenal. Rumah yang asing, muram, dan mengerikan. Kamar-kamar gelap mengelilingiku hingga aku tak bisa bernapas lagi...*



*Astrid Lindren, Mio Anakku