Masih tentang Oz...
dan dia masih seperti lilin. Masih seperti bayang-bayang. Ada tapi tidak bisa disentuh. Aku jadi teringat dengan apa yang dikatakan Sandrani sore itu.
"Kamu menceritakan tentang Oz seolah-olah kamu memang sudah benar-benar mengenalnya"
Aku tidak menjawab apa-apa. Sandrani juga tidak butuh jawaban karena dia tahu kenyataannya.
"Ternyata dia benar-benar mengagumkan... si Oz itu..." ujarnya lagi, sambil lalu.
Dia memang mengagumkanku. Kalau tidak, bagaimana bisa dia membuatku seperti ini?
No comments:
Post a Comment