Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Saturday, October 17, 2009

Menunggu dan Lain-lain

Setiap kali meninggalkan jurnal manual saya sejenak karena membutuhkan Lapito untuk diajak berkerja sama menuju Google, keinginan untuk update blog selalu menyerang. Dalam sehari ini saya eksis banget update blog ^^,

Di luar hujan sudah berhenti dan saya sengaja membuka jendela kamar untuk membiarkan udara malam yang sejuk masuk memenuhi ruangan. Salah satu dari sekian banyak hal yang selalu saya ingat ketika hari hujan adalah film. Dan film yang saya ingat kali ini adalah The Holiday. Tepatnya percakapan antara Iris  dan Miles, mengenai pendapat Iris tentang sikap Miles kepada Maggie yang ini:

Iris: Because you're hoping you're wrong. And every time she does something that tells you she's no good, you ignore it. And every time she comes through and suprises you, she wins you over, and you lose that argument with yourself, that she's not for you.
Miles: Exactly, and on top of that there's the old standby, I can't believe a girl like that would actually be with a guy like me.

Daripada kisahnya Amanda Woods (Cameron Diaz) dan Graham Simpkins(Jude Law), I heart the friendship story between Iris Simpkins (Kate Winslet) and Miles Dumont (Black Jack).


selalu ini yang menari-nari setiap kali selesai nonton The Holiday atau Love Actually:
I can't wait to meet the guy that I can grow closer to Allah with

Dan, oh ya...

Saya pengen banget punya bookshelf seperti ini untuk di kost-an saya nanti...


 since reading is my comfort zone and books are my best friends
I always want to keep them in a better place




Off for now...


Happy Weekend all ^^,

Sunday, July 26, 2009

Somewhere in Time

Pengen banget nonton film ini...

Thursday, February 12, 2009

Kebahagiaan Itu

Sudah satu minggu belakangan ini saya merasa kalau saya sudah kehilangan diri saya; arti dari eksistensi saya, tujuan saya, dan apa yang harus saya lakukan. Saya tidak pernah merasa se-miserable ini sebelumnya. Apabila saya sedih karena hal-hal tidak berjalan tidak sesuai seperti yang saya inginkan, itu tidak akan bertahan lama. Tapi sekarang, semuanya tidak sama.

Penyebab terbesar kenapa saya merasa meaningless adalah karena saya menyadari kalau saya sudah mengambil keputusan yang salah. Saya menyadari kalau dua bulan pasca pengambilan keputusan itu ternyata tidak semudah yang saya kira. Banyak hal-hal tidak menyenangkan datang silih berganti. Herannya, saya tidak bisa melawan.

Kata-kata The Dearest yang biasanya mampu menyadarkan saya, kini sudah tidak ampuh lagi. Saya sudah membuat orang-orang di sekeliling saya bingung. Terutama The Dearest. Dia tidak tahu harus bicara apa lagi.

Should I tell: enjoy your meaningless, then.. ?

Saya hanya bisa diam terpaku.

It's all about how to struggle in this world and dealing with everyday life which is getting callous day by day. It's all about how to live your life and mend the broken hearts of loved ones because of my wrong decision. Apa yang terjadi dikala aksi tak sekuat keinginan untuk melakukan perubahan. Virus apa yang telah menyerang saya? Yang membuat antusiasme dan semangat saya runtuh tak bersisa.

Saya nonton film Pursuit of Happyness kemarin. The right movie for the tired soul. Sebuah perjuangan hidup dalam pengejaran sesuatu bernama kebahagiaan. Itu benar-benar menggugah saya. Berkali-kali saya ucapkan istigfar dalam hati. Saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah saya mampu menghadapi situasi seperti yang Chris Gardner hadapi? Seorang pejuang kehidupan sejati. Film ini sungguh menggugah karena berdasarkan kisah nyata. Chris Gardner itu benar-benar ada.

Sebentar lagi saya 25
saya tak berharap saya 25
karena saya merasa tak pantas untuk 25
tetapi, pantaskah apabila saya mengawali segala sesuatunya lagi pada 25?
adakah kesempatan untuk bahagia itu ada setelah 25?