Monday, July 20, 2009

Aman

Untukku, si miskin--perpustakaanku
Cukuplah sebagai harta.
 
Di rumah...

Tempatku merasa aman dari cuaca buruk dunia luar. Di kamarku, di mana harta berhargaku berada. Awalnya berserakan dan aku tak tahu betapa bernilainya mereka. 

Buku-buku ku.

Mereka tidak akan pernah mengkhianatiku. Kadang aku merasa seperti Naftali yang tidak bisa hidup tanpa buku cerita. Sebagai diriku sendiri, aku tak hanya tidak bisa hidup tanpa buku cerita.

Rumahku adalah tempat paling aman yang melindungiku dari segala hal. Setidaknya begitu. Walau banyak yang berkata tidak ada tempat yang sangat aman di muka bumi ini. Kamarku, tempat di mana aku bisa berbagi dengan hartaku. Temanku yang tidak akan pernah mengkhianatiku.

2 comments:

  1. Woah udah lama banget ga dengar khabar dari lo! kamu baca The Tempest juga ya? Cool ^^

    ReplyDelete
  2. Hi Nashe dear...
    iya, udah lama gada kabar :)

    how are U?

    ReplyDelete