Sunday, June 14, 2009

Siapa Mau?

Wah, saya mau numpang promosi barang dagangan saya lewat blog ah, hehehe...

Siapa mau kerudung peris??? Cuma Rp 33.000,- saja. Lihat-lihat dulu contoh warna dan gambar kerudungnya. Bahannya adem kok dan gak menerawang banged :)








Siapa tau ada yang berminat, kasih tau saya via e-mail yaa: resti.lalu@live.com

terimakasih :)


Sunday, June 7, 2009

Pengalaman dan Teguran

Sore itu, Jj, adik semata wayang saya, menjemput saya di kantor. Sebelumnya dia memang SMS saya, menanyakan saya lembur atau tidak. Dia mengingankan saya untuk mengantarnya ke Gramedia untuk mencari buku referensi yang dia butuhkan untuk tugas akhirnya. Saya meng-iya kan permintaannya. Saya berfikir saya buruh refreshing juga. Di satu sisi, saya merasa worry juga karena pastinya akan tergoda dengan buku-buku di sana. Takut tergoda untuk membeli buku lagi. The Known World nya Edward P. Jones yang saya beli di Kedai Kopi Telapak saja belum tuntas saya baca.

Buku memang salah satu godaan terbesar saya *grin* Tapi saya memantapkan hati untuk tidak tergoda.

Kurang lebih jam lima saya keluar kantor dan melihat Jj memarkirkan mobilnya tepat di depan kantor. Kami pun langsung meluncur dari Kedunghalang ke Gramedia Botani Square di Pajajaran. Sesampainya di Gramed, saya dan Jj berpencar. Dia ke section buku-buku manajerial sedangkan saya ke section novel yang berada di belakang. Asli saya hanya berniat untuk melihat-lihat saja. Setiap kali saya menyadari kadar iman saya meluntur, saya teringat dengan novel dengan ketebalan 653 halaman di rumah yang baru saya baca sampai halaman 27, ketika Priscilla mengamati Moses ketika suaminya itu perlahan-lahan terlelap, den begitu Moses tertidur, ia mengangkat tangan suaminya. Dia bawa tangan itu ke wajahnya dan tercium olehnya semua dunia luar yang dibawa masuk Moses. Lalu Priscilla sendiri mencoba untuk tidur*.

Tapi ternyata saya tidak cukup kuat untuk menahan keinginan untuk tidak membeli tiga buah buku yang benar-benar menggoda saya untuk membawa mereka pulang dan menjadikan mereka milik saya. Mereka adalah Muhammad Sang Kekasih nya Ahmad Rofi' Usmani, Tintenherz nya Cornelia Funke, dan edisi terbaru Ketika Cinta Bertasbih nya Habiburrahman El Shirazy.

Jj hanya mengrenyikan dahinya ketika melihat saya membawa ketiga buku berukuran tebal itu ke kasir. Saya hanya tersenyum simpul. Ketika si mba kasir menyebutkan sejumlah rupiah yang harus saya bayarkan untuk membawa buku-buku tersebut pulang, saya mengeluarkan jaru debet dari dompet saya.
Pertama, mba kasir itu menggesek kartu debet saya di EDC nya Mandiri. Hasilnya kartu saya declined. Lalu dia mencoba menggesek kartu berwarna hijau tersebut di EDC nya BCA. Dan.. tadaaa... hasilnya pun sama. It was DECLINED!.

Wah, ada apa ini? Tidak mungkin saya membayar cash, mengingat di dompet hanya ada selembar uang 50.000 dan dua lembar 20.000. Sedangkan saya harus membayar sekitar 270ribu-an untuk ketiga buku tersebut.

Waaa... saya panik! Malu-maluin aja deh! Akhirnya saya izin ke kasir untuk ke ATM sebentar sementara saya menyuruh Jj menunggu. Selagi berjalan ke ATM, saya sempat worry juga, gimana kalau ATM nya sedang rusak karena gangguan jaringan. Hwaaa..... fikiran saya melanglang ke mana-mana. Alhamdulillah ternyata ATMnya baik-baik saja sehingga saya bisa mengambil uang untuk membayar buku-buku tersebut.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya tersadar bahwa kejadian tadi adalah teguran dari Allah. Bagaimana tidak, selama satu bulan ini saya sudaj banyak mengeluarkan rupiah untuk berbelanja online maupun offline. Betapa saya sudah hidup berlebih-lebihan dan menghabiskan uang di tabungan saya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak saya butuhkan. Saya mengiyakan apa kata nafsu saya. Padahal nafsu itu adalah bisikan syaitan.

Kenapa saya tidak puas dan tidak mensyukuri dengan apa yang sudah saya punya. Buku contohnya. Belum habis satu buku saya baca tetapi saya sudah membeli tiga buku lainnya. Lalu tas. Dalam sebulan saya membeli empat buah tas! Padahal tas-tas saya masih banyak dan layak pakai.

Saya beneran payah, deh... :(

"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudar-saudara setan"
(QS. al-Isra' [17]:27)
Naudzubillah....



*The Known World, page 27





Saturday, June 6, 2009

Ku Akan Jaga Mereka Selamanya

 
my very best friends ever, insyaAllah :)




Sunday, May 17, 2009

Tentang Rasa Takut

Tuhan mengalihkanmu dari perasaan yang satu ke yang lain
dan mengajarimu dengan hal-hal yang bertentangan, sehingga kau akan punya dua sayan untuk terbang--
bukan satu.
[Rumi]

Hari itu, kekhawatiran menyambut pagi saya. Rasa merasa khawatir saya akan melakukan kesalahan di kantor. Gimana ya, dunia yang saya geluti sekarang adalah perbankan. Berbeda dengan pekerjaan pertama saya yang seputar dunia telekomunikasi. Setiap pekerjaan memang dituntut untuk teliti. Tetapi saya merasa di karir saya yang sekarang ini seolah ada motto "tidak boleh salah".

sniff...

Salah nulis angka bisa fatal!

Saya selalu merasa ketika kita melakukan kesalahan, berarti kita membuang waktu kita. Bener gak ya? Lalu apa artinya "belajar dari kesalahan" kalau begitu? *jadi mumet deh*

Sempat sulit juga melangkahkan kedua kaki saya menuju kantor. Saya takut. Takut salah lagi. Takut tak mudah mengerti. Wah, payah, kenapa saya jadi seorang yang pesimis sebelum bertempur ya? Tapi beneran, deh, hari itu saya takut banget. Saya merasa tidak sanggup menghadapi tantangan.

Sambil jalan dan menghirup udara pagi yang segar, saya berfikir, kalau saya tidak berani dengan tantangan, tidak mau belajar dari kesalahan, dan takut melakukan kesalahan, kapan saya bisanya? Justru seseorang menjadi tahu karena dia belajar, dia belajar karena dia pernah salah, dia pernah salah karena dia awalnya tidak tahu.

Yipeee!!!

"Ya Allah, luruskan ketakwaanku, yang menjadi dasar hidupku,
dan luruskan urusan-urusan duniawiku, tempat aku beroleh nafkah, dan limpahkan
kepadaku kebaikan di Akhirat, yaitu tempat aku kembali.
Jadikanlah hidupku jalan untuk menghimpun kebaikan,
dan jadikan kematian saatku terbebas dari semua keburukan"
[Muslim]