Yang hilang dan yang ditemukan...
Mulai dari saya yang kehilangan stylus saya, Zelig yang kehilangan Chiripa, Kintan yang kehilangan sepasang kelinci kesayangannya, Tintin dan Tonton, teman-teman kantor yang kehilangan, Woro, Roy "cumi" Kumo (minggu depan Brondonkz ya? huhu...) sampai yang terkahir, yang merupakan kehilangan terbesar untuk saudara-saudara kita di Padang.
Tapi alhamdulillah, banyak juga yang ditemukan dan terungkap. Yang buat saya surprised adalah pertanyaan seorang teman lama yang saya temui malam ini sepulang kantor.
Dia (D) : saya pernah nyakitin perasaan kamu gak, Tie?
Saya (S) : *ketawa* menurut kamu?
D : I feel so bad
S : ya, ya... tapi udah lewat *saya menatap empat sekawan yang sedang tertawa ringan dalam suasana yang penuh kehangatan, dari balik bahu Dia. Tiba-tiba saja saya jadi inget Coky, Uth, dan... Ojie...
D : maaf...
S : Segala sesuatu terjadi karena alasan. Dulu kita masih muda banget. Dibanding sekarang. I learn to treasure each moment of time, whether it's good or damn bad.
dan akhirnya pagi selalu datang...
Ketika kita merasa bahwa yang hilang tidak akan tergantikan, luka tak akan mengering, rasa takut yang tak akan berakhir...
Saya selalu percaya bahwa yang hilang akan digantikan dengan wujud yang berbeda. Seringkali kita gak sadar (atau bahan gak mau sadar dan membuka hati dan fikiran kita). Contoh kecil ketika saya merasa kehilangan Mo, pada akhirnya saya tahu Mo digantikan dengan 8 orang teman yang seru yang memiliki karakter yang berbeda. Meski begitu bukan berarti saya melupakan Mo.
Saya merasakan arti kehilangan ketika saya ditinggalkan oleh Opa dan Nenek. Ketika Kakek meninggal, saya masih sangat kecil, sehingga saya belum mengerti arti kehilangan. Bahkan saat itu saya tidak mengetahui Kakek sudah meninggalkan dunia.
Pertama Opa. Kedua Nenek.
Semenjak kedua orang yang saya cintai itu meninggal, saya hanya memiliki Oma. Saya selalu menikmati dan mencintai tiap detik ketika saya berada dekat dengan Oma.
Semenjak itu saya menyadari bahwa kita dibentuk oleh kehilangan. Ketika sesuatu atau seseorang yang kita sayangi hilang, maka kita akan mencintai dan lebih menghargai keberadaan yang masih ada. Maka pola fikir saya pun berubah, bahwa kesenangan dibentuk oleh kehilangan.
Tau kain perca, kan?
Kain-kain beraneka bentuk, warna dan motif.
Mama saya pernah membu at selimut dari kain perca. Walaupun dibuat dari kain yang berbeda-beda, tapi toh ia bisa menghangatkan. Mungkin tidak terasa tidak senyaman yang sebelumnya. Tetapi ttidak dapat dipungkiri bahwa tetap saja ia mampu mengisi rongga-rongga kehilangan Itu adalah analogi untuk menyatukan kembali kepingan kehilangan yang merupakan proses untuk menemukan.
I thought I lost you when you ran away to try to find me
I thought I'd never see your sweet face again
I turned around and you we re gone
And on and on the days went
I kept the mo ment that we were in
Cause I knew in my heart you'd come back to me, my friend
And now I got you, but I thought I'd lost you
I Thought I Lost You - Miley Cyrus & John Travolta
ada Woro, Roy & Brondonkz
http://ceritatea.blogspot.com


No comments:
Post a Comment