Wednesday, September 23, 2009

Di Persimpangan



Lagi-lagi semuanya serba abu-abu
sikapmu, senyummu, sorot matamu
kamu bilang tunggu dulu
saat ku tunggu kamu malah berlalu

Ingatkah kamu saat kita pertama kali bertemu
di taman tua dengan dedaunan kering yang menutupi aspal
di perbatasan antara kenyataan dan khayalan
katamu : kita akan membuat ini bukan sekedar imaji picisan

Tapi tiba-tiba kamu bilang kamu butuh waktu
kujawab aku tak buru-buru
semakin lama malah ku merasa asing
kamu membiarkan ku terlalu lama menunggu

Lampu-lampu telah padam
aku takut sendirian

Tuan..
dengan kecanggunganmu mencintaiku
katakan saja lah apa mau mu

No comments:

Post a Comment