Lagi-lagi semuanya serba abu-abu
sikapmu, senyummu, sorot matamukamu bilang tunggu dulu
saat ku tunggu kamu malah berlalu
Ingatkah kamu saat kita pertama kali bertemu
di taman tua dengan dedaunan kering yang menutupi aspal
di perbatasan antara kenyataan dan khayalan
katamu : kita akan membuat ini bukan sekedar imaji picisan
Tapi tiba-tiba kamu bilang kamu butuh waktu
kujawab aku tak buru-buru
semakin lama malah ku merasa asing
kamu membiarkan ku terlalu lama menunggu
Lampu-lampu telah padam
aku takut sendirian
Tuan..
dengan kecanggunganmu mencintaiku
katakan saja lah apa mau mu

No comments:
Post a Comment