Saturday, October 31, 2009

Makanya... Pelan-pelan Aja...

bacanya... Jangan buru-buru... :D



kalau istilah saya dan teman saya, sebut saja Donkz, itu "dalem" dan "dangkal"...

Berawal dari stylus saya yang (lagi-lagi) hilang karena kecerobohan saya sendiri. Lokasi hilangnya di kantor. Salah satu orang yang selalu menemukan stylus saya sekaligus menyembunyikannya (bukannya langsung dibalikin ke yang punya) adalah si Donkz.


SMESCO, 24 Oktober 2009

Saat jeda makan siang ponsel saya berbunyi dan mendapati nama Donkz di layar.

Donkz : Cie... lo emang sengaja suka ninggal-ninggalin stylus, yah?
Saya : Hwaaa.... ketemu yaaa.... asiiikk... Titipin ke mang Apang, yah, jangan dibawa..

Wall FB nya Donkz, 25 Oktober 2009

Resti F. Lalu : sooo... Donkz.. where do you put my stylus then??? ga dibawa sama lo kan? ga usah segitunya kali ama gw wkwkwk

Wall FB nya saya, 25 Oktober 2009

Donkz : segitunya gimana maksud lo, diguna-guna gitu... bener seh guna U ditraktir... haa3aaa

Resti F. Lalu : hih..gak usah ya!

ditaro mana stylus gueee??? huhu.. ntar gue kasi pedang starwars deh.. atau pizza? ntar gue kirim ke Hjs... tulisannya doang tapi...

Donkz : udah ketemu juga, kemarin gw liat ada di lacinya Lulu...baek kan gw..pizza duunk,yg asli...

Resti F. Lalu : iya..alhamdulillah sudah ditemukan..thx ya mang Apang hehe..

Donkz : lho koq mang apang, kan yg nemuin bukan gw chi..

Resti F. Lalu : mang Apang yang nemuin.. gue tau itu... lo mah nemunya di lacinya Lulu, begitu kan..

Donkz : tuh kan mulai lg jawaban lu yang dalem,padahal pernyataan gw dangkal aja ko,coba dibaca lagi komen gw..

Resti F. Lalu : hahahhaa... *blushing*
jelek lu, Donkz




Anyway...


Hari ini seru juga... Akhirnya bisa makan malam bareng di Lele Lela bareng sama Ontohod dan Kang Iman.. Ditraktir pula! haha... yaa, secara saya yang paling muda dan paling cantik :D




Met weekend semua...


Semoga hari-hari kalian menyenangkan :)



http://ceritatea.blogspot.com

Hujan

Heaven knows we need never be ashamed
of our tears, for they are rain upon the
blinding dust of earth, overlying our hard hearts
.
~Charles Dickens, Great Expectations, 1860
When Tea The Great Not Great At All..


Do you ever have those days where you do everything in your power to hold yourself together, but at the end of the day you just can't?
Saya selalu merasa kalau saya harus kuat. Saya gak mau orang lain tahu kalau sebenarnya, deep down inside, I'm struggling to deal with some kind of heartache. Tapi hari ini saya menyadari kalau terkadang salah satu cara terbaik adalah dengan menangis. Membiarkan air mata turun seperti laiknya hujan. Apa adanya.


Rain and tears, are the same
but in the sun
you've got to play the game

Aphrodite's Child-Rain and Tears




http://ceriteatea.blogspot.com

Monday, October 26, 2009

Jeda...

Seperti hujan lebat lalu menjadi rintik
tik..

tik..

tik..

tangis yang terhenti karena kelelahan
sesenggukkan
memberikan kesempatan jemari untuk menghapus bulirnya


Jeda...
warna abu-abu di tengah kebisingan
warna cerah ditengah kebosanan


Yang paling menakutkan adalah terjebak dalam rutinitas. Saya pernah mengalami itu, dan saya tidak mau terjadi untuk yang kedua kalinya. Hal simpel yang saya lakukan untuk mencegahnya adalah dengan membawa buku yang berbeda. Baik itu yang sudah pernah dibaca maupun yang baru dibeli, atau yang sudah lama dimiliki tetapi dalam daftar tunggu untuk dibaca.




Ada rasa tenang tersendiri dengan hanya melihat dan menyentuh halaman muka buku yang saya bawa. Apalagi ketika saya membacanya.

Hari ini saya membawa buku Eat Pray Love nya Elizabeth Gilbert, yang saya beli di booth kutukutubuku.com, hari Sabtu kemarin di Pesta Blogger 2009. Akhirnya saya bisa mendapatkan buku tersebut dan dapat diskon pula! ^^,

Saya membaca ketika jeda mengetuk di tengah hiruk pikuknya suara dan sekarung kantuk yang memberati mata.


Jeda adalah ketika hidung ini mencium wanginya ayam panggang
yang dibuat dari dapur mungil yang hangat


sedih yang berubah menjadi kikikkan geli
ketika mendengar seorang teman dengan gaya bicaranya yang khas mengatakan kalimat yang khas dirinya pula:


"please, deh... gue hajar lu!"



semoga hari ku dan kalian selalu menyenangkan.. karena gak mungkin gak ada masalah. Yang mungkin adalah tetap senang di tengah masalah.

semangad!



http://ceritatea.blogspot.com




Saturday, October 24, 2009

Postingan Tengah Malam Orang Keren

Batas Kemampuan Manusia Seorang perempuan berusia 64 tahun asal Duluth, Minnesota (AS), jatuh di atas es Desember 2008 karena radang sendi. Berjam-jam ia terpaksa berbaring di salju. Suhu tubuhnya turun hingga 21 derajat Celcius. Jantungnya berhenti berdetak. Perempuan ini sebenarnya bisa meninggal. Namun dokter berhasil menyelamatkannya...

Saya sempat takjub ketika membaca kalimat pembuka rubrik kesehatan di NGI edisi Oktober 2009. Rubrik kesehatan edisi tersebut menyebutkan sembilan standar dana acuan terkini batasan ekstrem kemampuan manusia untuk bertahan hidup.

Yang saya garis bawahi saat membaca kalimat tersebut adalah: suhu tubuh turun 21 derajat Celcius. Jantung berhenti berdetak. Bisa meninggal. Dokter berhasil menyelamatkannya.

MasyaAllah...

Kalau begitu, kita tidak perlu khawatir kalau kita terserang "sakit hati". Bahkan sakit hati yang akut sekalipun.

Lho???

Kebetulan saja, tema status di FaceBook malam ini adalah "Sakit Hati". Jengah juga. Tapi rasa itu kan manusiawi. Saya jengah karena saya sudah kenyang dengan sakit hati dan dalam keterpurukan menemukan kebahgiaan yang hanya bisa dimengerti oleh saya sendiri.

Waktu saya terserang "sakit hati" beberapa bulan lalu, seorang sahabat bilang pada saya, bahwa saya ini sebenrnya kuat.. kuat banget (ini saya yang nambahin sendiri hehe..) makanya Allah ngasih cobaan seperti ini. Saya mikir, ada benarnya juga. Karena kan di al Qur'an juga disebutkan bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan yang melampaui batas kemampuan ummat-Nya. Jadi, sebenarnya gak ada alasan untuk kita merasa jadi orang paling merana sedunia.

Tapi namanya juga manusia.. Walau udah ada teman-teman yang "nyadarin" tapi tetep aja gak mau keluar dari kungkungan rasa sakit hati tersebut. Ada banyak alasan. Saya juga begitu.

Sampai akhirnya dikasih cara penyadaran yang rada "ekstrem" dan saat itu lah kepala saya seperti dipentung.

Sebut saja namanya Puspa. Ketika sore menjelang, dia suka berjualan kue keliling. Anaknya rajin. Pintar. Mau belajar. Saya tanya, berapa umurnya. Dia jawab dengan suaranya yang ramah dan berirama, 16 tahun, Teh..

Owh, di SMA mana?

Bukannya menjawab dia malah diam. Melemparkan pandangan ke arah lain lalu menunduk.

Kenapa?
tanya saya.

Gak nerusin sekolah, Teh.
Jawab Puspa. Irama suaranya sumbang. Ada rona terluka yang terpancar dari tatapan matanya.

Kenapa?

Bapak saya sudah gak ada. Tinggal Emak sama dua adik saya. Emak yang biasanya jualan kue. Tapi karena sering sakit jadi saya, Teh. Saya pengen nerusin sekolah tapi Puspa ngerasa adik-adik Puspa lebih butuh pendidikan daripada Puspa. Kalau Puspa maksain sekolah kasian Emak.. kasian adik-adik Puspa...

Jantung saya berasa mencelos. Ada rasa bersalah menanyakan sebabnya. Kekecewaan jelas terlihat. Ada sakit hati. Pasti. Kasarnya seperti keinginan yang seharusnya bisa ia raih karena itu merupakan haknya, tetapi tidak bisa ia raih.

Puspa dan saya memiliki cerita yang berbeda. Tetapi dampak yang sama: sakit hati. Tapi keseharian dia masih bisa terlihat happy dan melangkahkan kakinya dengan ringan. Padahal tekanannya lebih besar daripada saya. Himpitan ekonomi. Hak meneruskan pendidikan yang tidak belum bisa diraih. Merelakan waktu bermain bersama teman-teman untuk berjualan.

Sedangkan saya?


ayo senyum.. senyum.. nyengir juga gak apa-apa



Memang masalah setiap orang berbeda. Kadar sakit hati setiap orang pun berbeda. Tetapi kesimpulannya tetap sama. Sakit hati, sedih, marah itu sangat sangat manusiawi. Tapi membiarkan berlarut-larut dan "memanjakan" diri untuk terus berada di dalamnya, itu yang gak bener. Kembali lagi ke rujukan bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan yang melampaui batas kemampuan ummat-Nya. Dan itu membuat saya membenarkan perkataan sahabat saya bilang bahwa kalau dikasih cobaan itu berarti kita kuat. Bisa nge handle. Bisa keluar dari tekanan. Yang pada akhirnya saya bilang hanya orang keren lah yang mau dan yakin mampu untuk bangkit , melangkahkan kaki dengan mantap dan menatap dunia dengan keyakinan.

Berati saya keren. Keren banget! ^^,




http://ceritatea.blogspot.com