Friday, February 27, 2009

Jangan Berlebihan

Bukannya sengaja menenggelamkan diri lagi ke dalam masa yang lepas, tetapi memang kejadian itu tiba-tiba berkelabat saja ketika saya sedang membaca (kembali) Eldest. Padahal tidak ada cerita pada novel itu yang mengingatkan saya pada si Tea yang aneh satu bulan yang lalu.
Jadi, satu bulan yang lalu saya merasa tidak berarti. Sangat..sangat tidak berarti. Kenapa? Karena ada objectives dalam hidup yang tidak bisa saya capai sesuai target. Apa yang terjadi? Saya lepas kendali. Saya menjadi seseorang yang tidak saya kenali. Bahkan The Dearest pun sampai totally apprehensive mengetahui saya bisa sampai lepas kendali seperti itu.

Sampai pada akhirnya saya menyadari kalau ini sudah berlebihan. Kesedihan yang berlebihan. Jadi, ada sesuatu lah yang akhirnya membuat saya membumi kembali.

Adalah The Dearest, yang sore itu berceletuk. Mending kalau celetukannya itu nyambung sama apa yang sedang kami bicarakan. Ini mah jauh banget. Tapi ternyata mampu membuat saya membumi.

"Kesulitan itu banyaknya dateng dari perasaan kita sendiri, lho"

Ibaratnya perkataannya itu adalah cermin berukuran besar yang kemanapun saya melangkah akan selalu ada. Perasaan lepas kendali dan sedih nan lebay yang saya alami ketika itu merupakan pantulan dari keadaan diri dan iman saya.

Malamnya, cermin itu semakin besar saja ketika Mama berkata:

"Kesulitan itu akan terasa berat dan semakin sulit untuk orang yang bernyali kecil, tetapi akan terasa ringan untuk orang yang nyalinya besar"

Nah lho! Saya mah gak mau dibilang orang yang nyalinya kecil. Saya jadi mikir, saya selalu berfikir kalau I'm larger than life. Bahwa dunia ini tidak terlepas dari yang namanya kesedihan dan penderitaan. Saya selalu berusaha untuk tidak lemah dengan menyerah pada kegagalan dan kesedihan. Tapi sikap dan nyali saya waktu itu tidak lagi menunjukkan Tea yang default nya.


Sebagai manusia yang sifat dasarnya adalah lupa dan suka berlebihan, apa sih yang bisa kita sombongkan?

"[Kami jelaskan yang demikian itu] supaya kamu jangan berduka-cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan oleh-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
(QS. al-Hadid [57]:23)



Tuesday, February 24, 2009

Jatuh Cinta

Kenapa saya memutuskan mengenakan jilbab?

Karena saya ingin lebih dekat dengan Kekasih saya. Kekasih yang merupakan satu-satunya pemilik cinta sejati. Kekasih yang selalu memberikan cinta dan kasih sayang-Nya tanpa pamrih. Kekasih yang telah menciptakan saya dan memberikan saya kehidupan.

Walau tak sempurna, saya berusaha untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Sang Kekasih, salah satunya adalah kewajiban perempuan untuk berhijab. Jelas hal ini diungkapkan oleh ALLAH dalam firman-Nya:

"Hai Nabi! Katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(Al-Ahzab[33]:59)


Kemarin, saya membuka diary saya. Diary semasa SMA. Di sana saya menemukan tulisan saya sendiri yang mengungkapkan keinginan saya untuk berjilbab, bagaimana hancurnya saya ketika mendapatkan pertentangan secara terbuka dari ayah saya yang non-muslim ketika saya mengenakan jilbab ke pesta kedatangan tante saya yang baru saja menyelesaikan program master-nya, dan unek-unek saya ketika saya merasa seperti "alien" aka beda sendiri ketika berada di tengah-tengah saudara ayah saya yang non-muslim.

"Resti, ayo makan, halal, kok" kata opa Lex, sambil menyodorkan piring yang berisi tumpukan nasi jaha yang lezat.

Haha.. saya masih ingat saja kata-kata beliau. Beliau kira saya bengong-bengong begitu karena bingung itu makanan yang disajikan halal atau tidak. Padahal saya rasa risi saja "berbeda" dari yang lain. Saat itu adalah hari kedua saya mengenakan jilbab.

Ujian.

Sampai saat ini, saya tahu saya belum lagi menjadi seorang muslimah yang baik. Tak jarang saya merasa risi kalau ada teman saya yang memanggil saya dengan sebutan "ukhti" seperti yang akhi Mulya lakukan. Bukannya apa-apa, saya hanya merasa belum pantas saja. Perjalanan saya untuk bisa disebut sebagai seorang ukhti.

Saya ingin menjadi muslimah yang cantik luar-dalam. Seperti Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid, Maryam binti Imran, atau Fatimah binti Muhammad. Ya saya tahu, rasanya memang terlalu muluk apabilan ingin menyamai sifat dan sikap mereka. Tetapi setidaknya saya bisa meniru sikap dan sifat yang ada pada idola saya, kan :)

Saya jatuh cinta pada mereka. Saya jatuh cinta pada... ya, ada seorang akhwat yang membuat saya jatuh cinta sejak dua tahun lalu :) Dia adalah kakak saya tersayang. Bagi saya, dia adalah seorang muslimah sejati. Saya kagum padanya. Walaupun kami ini berjauhan dan dipisahkan oleh lautan luas.

Saya selalu ingin meniru caranya yang selalu berusaha untuk menjalankan aturan Islam secara kaffah.

kakak : iya...sbb akhlak yg baik...org boleh jatuh cinta

saya : yaaaa! seperti aku ke kak gyah

kakak : haha. resti blum tau kk lagi. real life...kurang sabar skit

saya : kekeke... nobody's perfect lah kak... tapi dunno lah pokoknya aku suka

kakak : hehe hugss


Sunday, February 22, 2009

Three Wishes, Acer Aspire and Stockholm

Got the news from mba Ade's blog and it's really shocking me. Make me want to explode and work..work..work.. much harder! hahahaha....

So, like usual, there is recruitment promo for those who recruiting and recruited. Again, I really don't have any reason not to end up with this great business...

Promo ini berlaku dari 23 Februari 2009 - 28 Maret 2009
  1. Untuk mereka (termasuk saya dong, ya :D) bisa merekrut 3 orang, terus masing-masing dari 3 orang itu berhasil mencapai 75BP, maka berhak mendapatkan kalung "Three Wishes" Oriflame seharga Rp 990.000,-!!! Nah, member barunya juga ada kesempatan dong untuk dapet kalung mewah itu selama mengikuti Welcome Program. Tuh... semuanya dapet kok, gak hanya nguntungin satu orang aja :)
  2. Gabung jadi member Oriflame periode tersebut hanya Rp 29.900,- Nah, setelah jadi member terus belanja Rp 175.000,- maka uang kamu akan kembali Rp 10.000,- Jadi niihhh kalau dihitung-hitung, investasi untuk gabung itu hanya Rp 19.900,- saja. Normalnya Rp 39.900,- lho!
  3. Yang bisa mencapai level 21% baru di bulan Maret-Mei, dan bisa memiliki 50 orang yang berhasil sampai Welcome Program 3, dijamin akan mendapatkan laptop Acer dari Oriflame! Dan ini tidak diundi. Jadi, kalau ada 500 orang yang memenuhi kondisi tersebut maka 500 orang itu akan dapat laptop Acer semuanya :D
Haduuuhh.... jadi makin bersemangad iniiii :D Jangan cuma baca-baca aja.. Jangan cuma berandai-andai aja, jangan cuma banyak alasan aja... kapan majunya atuh??? Yuk, kita sukses bareng.. kita explode bareng, kita ke Stockholm bareng.. pasti seru deh :D

Photobucket


Akhirnya


After two years waiting, finally the 3rd book of The Inheritance Trilogy, Brisingr, is going to be released in Indonesia on February 28. I read the notification in Gramedia. Phew, Paolini what took you so long?














*the picture is taken from here