Monday, February 9, 2009

25

  1. Untuk pertamakalinya saya menggunakan sapu tangan hadiah dari bang Coky.
  2. Untuk yang pertamakalinya saya ingin hujan terus.. mendung terus...
  3. Untuk pertamakalinya saya kebas
  4. Untuk pertamakalinya saya tidak mau ulangtahun
Ada suatu negeri Tanpanama di mana langit selalu berwarna kelabu dan hujan rintik selalu setia meghujam lembut ke bumi.

Ada suatu negeri Tanpanama, di mana waktu seolah berhenti. Sepi merajai. Negeri itu bukanlah neraka maupun surga.

Suatu hari, di hari yang cerah menurut ukuran negeri Tanpanama; hujan tidak turun tetapi kelabu masih mendominasi bagaikan kanopi yang menaungi negeri kecil itu, seorang pendatang baru saja memasuki gerbang negeri Tanpanama itu. Negeri kelabu itu begitu memikatnya. Dia merasa di situlah rumahnya. Tempat di mana dia merasa tenang dan damai. Negeri di mana dia tidak akan mengecewakan orang-orang yang ia sayangi. Negeri di mana tidak akan pernah ada 25 untuknya. Negeri yang merupakan kenyataan baginya.





Friday, February 6, 2009

Idiot Me!

"things always get to be complicated" ujar sahabat saya di YM sore tadi. Benar saja, beberapa jam kemuadian datang hal yang mengganggu itu.

Ternyata benar kata Keenan, kata Shera.... kata hati saya sendiri yang selama ini tidak saya pedulikan karena ia berkata kebenaran: Dia tidak akan pernah datang. Tidak akan pernah.

Semestinya saya mengikuti kata hati saya. Percaya, kalau jawaban Tuhan itu ada di mana-mana. Istikharah yang merupakan fasilitas yang diberikan kepada kita oleh-Nya, jawabannya bukan melulu melalui mimpi. Sudah hampir tiga tahun dan saya berjalan bagaikan tidak ada arah. Padahal ada petunjuk dari-Nya yang tersebar di mana-mana. Saya menutup mata. Saya meyakini sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Yang tidak bisa saya miliki.

Bahkan alam pun merupakan perantara bagi jawab-Nya. Sudah berkali-kali alam berbicara. Memberikan jawaban yang saya cari. Kepastian. Sadar kah kau, Tea???!

Saya tidak mau nangis. Rasanya tidak pantas karena ini salah saya yang tidak mau mengerti. Tidak mau mendengar. Saya marah. Marah pada diri saya. Saya sedih, karena begitu bodohnya.

and everytime I look I thought you were there
but it was my imagination*



*I Wanna Go To A Place by Rie Fu

Gatauharusbilangapa

damn!!!!

Suatu Hari

angin berdesir.. mengalunkan irama
seirama dengan aliran darahnya
lalu dia terhenyak
ketika ruang kosong itu tampak

"Suatu hari, di pohon ini. Semoga suatu hari itu ada"

lalu segalanya menjadi gelap baginya
seperti biasa



*untuk Shazia Amalia Syahbanie dan Muaz Mulawarman Rasheed