Di kampung ini, ketika kami menyebut bahwa Tuhan itu Esa dan juga ada di mana-mana, siapa yang sangka bahwa salah seorang dari warga masih bertanya, "Jadi kalau begitu Tuhan banyak, ya?"
Semesta Galesong - Senarai Catatan Seorang Warga, Kamaruddin Azis.
Sekali lagi, saya sepertinya sudah hampir bisa menggapai cita itu setelah berulang kali jatuh dan tetap semangat untuk menanjakinya lagi. Sudah berapa kali purnama, ya? Gak penting lah, saya gak peduli. Tapi, pada akhirnya daya saya habis juga. Sedih? Enggak (bohong.com). Saya curhat ke seorang teman, tapi dianya gak percaya saya sedih soalnya saya keketawaan aja. Saya coba cerita ke teman saya yang satunya lagi dengan ekspresi yang kali ini pas banget, eh yang diajak curhatnya malah bilang gini, "Apa-apan sih lo, Res?" (__!)
Emang gada bakat sedih sepertinya. Kelebihan atau kekurangan?
Gak penting!
Jadi, saya sempat merasa "ditinggalkan". Ya sama si sahabat itu maupun sama Tuhan. Tapi dasarnya aja saya lebay, ya, itu kan cuma perasaan aja. Manusia... manusia... suka buat asumsi sendiri dan akhirnya kemakan sendiri sama asumsinya itu. Karena kenyataannya, saya... kita, tidak pernah sendiri. Tuhan selalu ada di dekat saya, kamu, kamu, kamu, dan kamu.... Bahkan disaat kita meninggalkannya dan lupa pada-Nya.
Saya jadi ketawa sendiri ketika menyadari kalau saya itu silly banget, deh. Perlahan, saya menggantungkan harapan saya pada seseorang. Pada ciptaan-Nya. Alhasil, ketika ciptaan-Nya yang indah itu, gak ada angin gak ada hujan, ninggalin saya lewat jendela (padahal pintu terbuka lebar) saya jadi sedih -_-" T_T
Ketika saya merasa "ditinggal" itu lah kepala saya serasa dipentung. Ada teman-teman yang baik. Ada patchi. Ada miss Daisy. Ada mama dan papa. Ada Jj. Ada The Little Monsters. Ada lagu-lagu bagus. Ada ide-ide brilian. Ada Shel Silverstein. Ada Raissa, Rayyan, dan Zikra.... dan selalu ada ALLAH. Dia yang selalu mengulurkan tangan-Nya yang tak kasat mata untuk merangkul dan menolong bahkan berulang kali kita sengaja atau tanpa sengaja meninggalkannya.
Apa makna dari kekosongan?
beribu pendapat berdatangan
tapi bagi ku kekosongan adalah...
persimpangan jalan tempat terjadinya perjumpaan yang tulus
antara seorang hamba dan Rabb nya
mengisi kekosongan itu berarti sementara ya...
ReplyDeletepadahal sebetulnya air itu selalu mengalir tak henti mengisi ruang, mungkin karena warnanya yang bening sehingga tak disadari
kemampuan indera itu terbatas...
terlalu banyak yang tidak bisa kita lihat, maka jangan andalkan mata.
terlalu banyak yang tidak kita rasa, maka jangan andalkan hidung, kulit dan lidah.
terlalu banyak yang tidak kita dengar, maka jangan andalkan telinga.
kosong...
bagi gw ketika kita ga mengingat Dia, padahal Dia selalu menyapa lewat sakit, senang, bahagia, perih, gundah.
-------
komen gw nyambung teu sih... bae ah :D
Alloh... Hamba cinta padaMu. Resti juga cinta padaMu. Kami semua cinta padaMu... T_T
ReplyDeleteResti, www.bohong.com itu ternyata benar ada! Baru saja melucur kesana. Entah situs apa itu.
Allah tidak dimana-mana,tapi Dia ada di atas Arsy..
ReplyDeletemosok mereka ga percaya Ti?
*jadi penasaran dg curhatnya Resti :D
tea lagi sedih nih..? :)
ReplyDeletesetujuu dee, Allah ada di ArsyNya hehe